Senin, 11 Februari 2019

EVERYDAY IS LEARNING

everyday is learning


ungkapan ini saya dapat ketika saya bangun dipagi hari, saya mulai berdoa dan menyembah Tuhan... ketka saya hadapkan permasalahan hidup saya, kalimat yang saya dengar pertama kali adalah  _everyday is learning_

banyak dari kita yang melewati hari hari tanpa belajar dari apa yang sudah kita lakukan
ungkapan 'everyday is learning' ini muncul ketika saya dihadapkan dengan seseorang yang membuat hidup saya terasa kacau balau, jungkir balik dan selalu gelisah.

dari sini saya dituntun untuk belajar dari setiap kejadian-kejadian dalam hidup saya.
sejauh yang bisa saya ingat, ada beberapa hal yg saya lakukan

menghipnotis diri

ini bukan bicara hipnotis secara sungguhan yang biasa kita tonton diacara televisi.
hipnotis disini adalah bagaimana kita men-sugest diri kita unyuk melakukan hal pikiran kita inginkan
suatu ketika saya diijinkan Tuhan untuk bertemu dengan seseorang yang membuat saya berkata "betapa menyebalkannya dia"
setiap kali saya berpapasan atau betemu dengannya saya selaku berkata kepada diri saya sampil memandang target "aku mengasihi engkau dan dan sungguh mengasihi engkau"
selang beberapa waktu sejak itu saya merasa bertemu dengan dia adalah sebuah momen keajaiban :)

belajar mencintai orang yang kita benci

banyak dari kita yang tidak bisa berhenti untuk membenci seseorang yang pernah berbuat salah atau melukai hati kita.
ketika saya berdoa karena hati saya terluka, kalimat pertama yang muncul dihati adalah "knapa engkau tidak belajar untuk mencintai dia"
tidak mudah rasanya merubah perasaan benci jadi cinta
saya kembali menggunakan metode "menghipnotis diri"
setiap kali saya bertemu dengan orang yang saya benci saya selalu berkaya "i love you, i love you"
hasilnya memang tidak selalu pasti namun ada kalanya perkataan kita mempengruhi alam bawah sadar kita
meskipun saya bisa katakan untuk kesekian kalinya metode ini berhasil untuk menipu alam bawah sadar saya.

belajar dari apapun yang kita alami setiap hari

seperti seorang anak yang terus belajar dari pengalamanya, seperti itulah kita belajar
ketika ibunya berteriak melarangnya bermain dengan pisau mungkin larangan itu tak dihiraukan oleh si anak, tetapi ketika jarinya sudah tersayat pisau barulah dia tau bahwa ternyata itu sakit. setelah itu tidak perlu lagi sang ibu meneriakinya ketika dia mendekati pisau

saya pernah belajar tentang sebuah penantian yang akhirnya membuat saya merangkumnya dalam kata-kata berikut

"penantian itu seperti berjalan di lorong panjang dan sempit, terus maju atau mundur, jika berhenti hanya ada kesesakan, saat hampir sampai terasa sangat melelahkan, dan ketika berhasil melaluinya ada kelonggaran yg luar biasa. terimakasih Tuhan untuk pelajaran hari ini. :)"

kejadian itu berawal ketika saya sedang antri dalam barisan jemaat yang akan meninggalkan gedung seusai ibadah. saya dan seorang teman menunggu cukup lama untuk beranjak dari kursi dan bergabung dalam antrian. ketika kami merasa sudah mulai sepi kami segera berlari kebarisan dan beriringan dengan jemaat yang lain. tapi ketia kami berjalan pelan mendekati pintu keluar gedung barisan semakin rapat. lorong kecil dan sempir serta orang yang penuh sesak. sering kali kami harus berhenti, berjalan beberapa langkah dan berhenti lahi. ketika berhenti udara pengap, sesah, mual dan ketika kami hampir sampai dan barisan semakin padat ada perasaan yang yang menyelinap di hati saya dan bertanya "bagaimana kalau saya mundur dari barisan dan kembali duduk di kursi jemaat" padahal kenyataanya pintu keluar sudah ada di depan mata. tapi rasa lelah, haus, pengap dan sesak nafas sudah menggerogoti. saya terus bertahan dan maju. ketika saya berhasil keluar,,,, indahnya dunia dan segarnya udara.... yang saya jumpai hanya kelonggaran yang luar biasa.

jadi janganlah bosan untuk terus belajar dari apa yang Tuhan ijinkan kita lewati hari ini

belajar apa kamu hari ini?


Senin, 20 Juli 2015

Tabir yg harus terbuka dan pintu yang dibukakan

Ini mungkin jawaban dari doaku. Dari penantianku. Atau ini adalah cara Dia mengajari aku. Bagaimana agar aku bisa mencapai tujuanku.

Entah apa yg terjadi...
Aku melihat diriku. Berpindah dari kamar satu ke kamar yang lain. Terkadang aku menenpati kamar yang rusak. Terkadang aku harus berbagi kamar dengan orang lain. Terkadang aku harus berebut dengan orang lain.
Aku melihat diriku bertengkar dengan seseorang. Dia pergi meninggalkanku. Aku melihatnya benar2 pergi. Aku mendapati kamar yang rusak penuh kotoran. Kemudian aku melihat seseorang datang menolongku. Menggendong aku dipunggungnya. Ada banyak orang disana tp hanya dia yg menolongku. Mengangkat aku dari tempat yg kotor dan menggendongku di punggungnya.

Aku melihat diriku mulai memperbaiki tembok yang retak. Menambal setiap retakanya. Menyumbat yang bocor. Mengecatnya kembali. Meskipun tidak sebagus mulanya setidaknya sudah tak ada retakan dan lubang disana.
Kemudian aku melihat orang yang meninggalkan aku. Ya aku melihatnya datang bersama orang lain. aku hanya diam menatapnya.
Kemudian aku melihat diriku masuk ke kamar yang begitu luas. Yang di kelililingi oleh kamar2 yang kecil kecil. Di sebelahku ada sebuah tirai hitam. Ada pintu diantara ruang yg aku tempati dan ruang di balik tirai itu. Aku melihat koperku ada di sebedang sana. Ketika aku hendak mengambilnya aku tau orang yg meninggalkanku ada disana. Aku diam sejenak. Kemudian aku berusaha menarik koperku yg masih tertinggal disana. Aku mulai menariknya belum sampai aku mendapatkan koperku aku melihat tangan orang yg ada dibalik tirai itu menarik tanganku. Mencoba meraihku dengan kuat. Seakan ingin menarik aku ke dalam sana. Tapi aku meronta dengan kuat untuk melepaskan diri. Aku berhasil lepas dari dia. Kemudian aku menyadari kepalaku tertutup kain yang begitu tipis sampai aku tidak sadar bahwa sebenarnya aku terselubungi. Aku berusaha menarik itu dari kepalaku. Ternyata selubung itu sangat panjang. Aku terus menariknya. Ketika tangan di balik tirai itu mencoba menarikku kembali. Aku terus meronta menarik kain selubung itu dari kepalaku. Semakin aku menariknya dan berusaha keluar seakan tak ada ujungnya. Aku terus berusaha melepaskab diri dari jerat kain selubung itu. Aku terus berteriak memanggil NamanNya. Memohon pertolongan. Sampai akhirnya aku terlepas dari kain selubung itu. Ketika kain selubungnya terlepas aku melihat pintu yang ada di depanku terbuka. Aku melihat kamar yang begitu bersih dan sangat rapi. Aku tidak melihat seorangpun disana. Tapi setelah pintunya lerbuka penuh aku lihat dari sudut yang agak gelap seseorang ada di sana. Dia beedecak jengkel mendengar keributan dan suara gaduh yg aku buat. Aku mengira pintunya terbuka sendiri tapi ternyata ada seseorang yang membukanya. Dia membukanya dari dalam.

Aku menuliskan kisah ini. Senin 21 Juli 2015. Aku menyelaikanya pd pukul 01.14AM.
Aku ingin mengingatnya. Menyimpanya dalam hatiku.
Mungkin kelak akan kubagikan dg orang lain sebagai sesuatu ug memberkati.

With Love...

Selasa, 12 Mei 2015

The Little Gift from Heaven


Tulisan ini mungkin salah satu lembaran yang kelak akan kubuka ketika aku mengalami masa kesesakan. hari dimana aku mengalami banyak hal. bagaimana seseorang menolongku melewati masa kesesakanku. Dia mungkin tidak pernah tau.

Desember 2014
Masa paling menyesakkan, selah semua oksigen di semua tempat mulai habis. peralihan tanggung jawab. sebuah departemen yang penuh dengan orang2 yang bekerja dibalik layar. orang2 yang kinerjanya tidak terlihat. departemen yang bekerja untuk kenyamanan kerja banyak orang.
aku mulai kehilangan banyak teman. mulai merasa dihimpit banyak kesesakan. berawal dari peralihan tanggung jawab yang terlihat seperti podium kekuasaan yang di ingini banyak orang.

Januari 2015
awal dari semua kesesakan, dengan tanggung jawab besar, menjadi sendi dari setiap sistem pergerakan sebuah divisi.
ya Infrastructure Department. berapa banyak orang yang mau bekerja disini, menghabiskan waktunya melayani permintaan banyak orang. atau lebih terlihat seperti tempat nongkrong orang2 R&D dan orang2 IT, departemen yang bekerja tanpa terlihat, departemen yang menampung semua tuntutan antar bagian.

aku mulai lelah dengan semua tuntutan kerja, aku mulai menimbun banyak sampah, mulai temperamental, mulai sering marah, jadi penggerutu.

Febuari 2015
dari semua tempat yang mulai menyesakkan aku butuh tong sampah, untuk mengucapkan banyak keluhan kekesalanku, atau mungkin lebih tepatnya tempat agar aku bisa memaki banyak orang.
tempat aku mengeluarkan semua amarahku tanpa seorangpun yang tau

ya aku menemukanya... aku mulai menumpahkan kekesalanku
tapi bukan hanya itu, aku menemukan sesuatu yang lain. aku menemukan seseorang, untuk alasan apa dan untuk tujuan apa dia ada disana. diwaktu yang sama di tempat yang sama. aku mengenalnya.

entah bagaimana aku mengenalnya, entah bagaimana aku dekat dengannya, entah sejak kapan dia memberikan banyak pengaruh dalam hidupku,
jika bisa dikatan iseng2 berhadiah mungkin aku sedang beruntung karena aku menang lotre.
aku menerimanya menjadi bagian dari hidupku. membiarkanya masuk. dan mulai menikmati kehadiranya.

seperti sumber semangat, dia menjadi teman saat aku duduk di balik meja kerjaku, setiap telephon selulerku berbunyi aku berharap itu dia, bukan tugas baru pimpinanaku, bukan sub bagian dg segala keruwetannya, bukan departemen lain yang minta fasilitas, bukan juga koordinasi kerja. tapi seseorang yang menayakan kabarku, bagaimana keadaanku, apa yang sedang kulakukan, dan membuatku tersenyum.
disaat semua orang menuntut aku sebagai pribadi yang sempurna, ketika semuanya harus dikerjakan dg perfect dia seperti obat yang membuatku lupa, berapa jam aku harus bekerja ekstra. mesku aku pura2 acuh, setiap kali aku melirik telpon genggamku, menunggu dia ada untuk mengobati semua kekesalanku.

entah sejak kapan aku jatuh hati padanya, sejak kapan aku merasa hariku kurang jika dia tidak ada, aku tidak melihatnya secara fisik, tapi dia banyak mempengaruhiku secara emosional.

banyak hal aku yang lewati, sampai aku merasa nyaman denganya. tetapi perasaan itu mulai salah, sejak rasa nyamanku dengannya berubah menjadi ambisi. ambisi menjadikanya sebuah "milik"
itu jelas sesuatu yang salah.
jauh sebelum aku mengenalnya dia adalah pribadi yang bebas.
tapi dalam waktu 3 bulan dia seperti alat untuk memprosesku.

sejak mengenalnya aku terus mengalami berbagai hal.
dia orang yang mengajariku bagaimana melepaskan diri dari kurungan pikiranku sendiri.
dia yang membuka paradigma bahwa seseorang yang mengasihimu itu bukan yang memanjakanmu dengan zona nyamanmu. tetapi tau bagaimana memangkas semua keburukanmu.
bersamanya aku tidak perlu menjadi sempurna, aku tidak perlu berpura-pura menjadi orang lain untuk terlihat sempurna. orang yang membuatku nyaman meski dia tau banyak kekuranganku. yang tetap memberiku kesempatan meski aku sering mengecewakanya.

dia yang menyadarkanku bagaimana menghargai perasaan orang lain,

aku mulai sadar
kapan aku bisa merespon orang lain dengan baik
kapan aku mulai dingin dan mengacuhkan banyak orang yang mencoba dekat denganku.
kapan aku berhenti peduli dengan perasaan orang lain.

aku sudah membekukan diriku selama 3 tahun. aku membiarkan lapisan es yang dingin menyelimuti hatiku..
ketika orang lain berusaha mencairnya pelan2 dan perlahan dia menemukan titik kelemahanku,dan menghancurkannya dalam sekali pukul. sakit? pasti.
tapi dia mampu melakukan pekerjaan orang lain selama 3 tahun dan sia-sia
dia melakukanya dalam 3 bulan.

Dia tidak tau selama bersamanya  dia merubahku menjadi orang yang terbuka. menjadi pribadi yang lebih hangat
Dia tidak tau selama aku bersamanya dia membuatku kembali dekat dengan teman2 ku dia mengajariku bahaimana menghargai seorang teman
Dia tidak tau selama aku bersamanya aku mulai menerima banyak hal yang dulu aku tidak menyukainya.
Dia tidak tau selama aku bersamanya aku menemukan semua titik lemahku, dan bagaimana aku berjuang mengatasinya, memperbaikinya.
Dia tidak tau, berkat dia aku mempunyai banyak ruang untuk teman2ku, aku punya banyak ruang
untuk anak anak curhat dan mengeluh, aku mulai bisa mendengarkan keluhan tanpa mengeluh. aku mulai membuka diri dan lebih kooperatif dengan rekan kerjaku.
dia menutup lubang yang aku pernah aku punya karena merasa ditinggalkan.
dia tidak tau, perhatianya yang dia bilang hanya iseng bisa merubahku kembali jadi orang yang peduli.

dan aku mulai hilang arah ketika rasa nyamanku menjadi obsesi, membuatku menjadi orang yang egois. tapi sekali lagi, tanpa dia tau dia meruntuhkan semua ke Akuanku

aku kehilangan dia karena kesalahanku. karena ketidak pedulianku.
tapi disana aku belajar banyak hal.


meski mungkin aku tidak bisa lagi memiliki perhatianya setidaknya dia pernah memberi invest yang hampir mustahil dilakukan oleh orang lain selama 3 tahun.

Selasa, 05 Mei 2015

Pandangan

Apa yg terlihat oleh mata kiri anda saat anda menutup mata kanan anda. Kemudian lakukan sebaliknya.
Apakah keduanya melihat hal yg sama?

Sepertinya sama. Tapi ketika anda perhatikan keduanya mempunyai sudut pandang yang berbeda. Sepertinya berdekatan sepertinya bersama sama melihat sesuatu yang sama. Padahal ada yg dilihat mata kanan tp tak terlihat oleh mata kiri. Begitupun sebaliknya.

Sama seperti hidup kita. Seperti 2 mata kita. Ketika kita memiliki partner. Kalo fokus pada apa yg dilihat salah seorang maka selamanya tidak akan memiliki visi yg sama.

Sering kali kita dengan partner bersikeras dg masing2 apa yg kita lihat. Apa yang aku lihat kamu tidak lihat. Apa yang kamu lihat aku tidak lihat. Jadi sampai kapan akan menjadi aku dan kamu? Kapan aku Dan kamu menjadi kita?

Padahal untuk bisa berjalan bersama sama keduanya harus fokus pada visi yg sama. Bukan apa yg aku lihat dan apa yang kamu lihat. Tetapi fokuslah pada "apa yang kita lihat. Apa yang ingin kita lihat berikutnya. Apa yg sudah kita lihat bersama"
Sehingga punya satu visi yang akhirnya membawa kita pada suatu pandangan ke depan yg seirama. Dan membawa kita pada satu tujuan.

Selamat pagi kepada semua partnerku.

Rekan kerjaku
Teman bermainku
Partner hidupku :)

Selasa, 17 Maret 2015

Everyday is learning

Kadang kita merasa hidup banyak memberi ruang sesak. Tapi kenyataanya kita yg menyesakkan diri.

~pengalaman itu bukan seberapa lama kamu hidup tapi seberapa banyak kamu belajar dari hidup itu~

Kali ini hidup benar benar mendidik saya.

Seseorang berkata kepada saya. "Kamu boleh mengalami banyak hal. Kamu boleh melewati hari hari yg paling buruk. Tapi jgn pernah berhenti jadi orang baik."

Seringkali apa yg terjadi dalam hidup kita ini mudah menjadi patokan dalam hidup. Hal hal kecil yg menjadi batu sandungan kaki kita untuk melangkah.

Setiap orang pasti pernah mengalami hari hari terburuk dalam hidup mereka. Hari hari yg membuat seluruh dunia dalam hidupnya berubah.

Saya jadi enggan membantu orang karena pernah mengalami hal dimana kebaikan saya disalah gunakan

Saya jadi enggan menanyakan kabar teman teman lama saya karena saya enggan berbagi cerita hidup saya kepada mereka. Saya pernah merasa dihianiti oleh sahabat sendiri. Yg membuat saya lebih nyaman melakukan banyak hak sendiri saja.

Saya enggan untuk berteman karib. Enggan untuk dekat dengan seseorang dalam waktu yang lama karena merasa teman adalah orang yang paling berpotensial menjadi musuh, karena mereka tau terlalu banyak tentang kita

Saya enggan percaya pada orang orang yg begitu mempercayai saya. Karena ada satu orang saja yang menghianati kepercayaan saya.

Ini bahkan sama sekali tidak adil bagi orang orang yg ada disekitar saya. Yg nyata mengasihi saya dengan tulus.

Saya menumpuk sampah dihati saya, karena ada sedikit orang yg pernah memberikan pengalamn buruk dalam hidup saya. Dan membenci semua orang yang mengasihi saya.

Sadara saya pernah berkata. "Dari kecil satu satunya ambisiku cuma ngalahin kamu, kamu selalu baik dalam banyak hal. Dikelilingi oleh orang2  yang hebat. Tapi sayangnya ambisiku untuk ngalahin kamu sudah gak semenarik dulu. Sebab kamu sudah menjadi orang yang kalah. "

Saudara saya mengingatkan saya, semua bisa berubah, manusia waktu,tempat,perasaan,semuanya. Tapi jangan pernah berubah menjadi lebih buruk.

Hanya satu dua orang memberi pengalaman buruk, saya merasa seluruh dunia berubah.

Tapi dari sini saya belajar. Tuhan tidak pernah berubah. Dia masih Tuhan yang mendidik. Mengasihi dan menyayangi saya. Dia Tuhan yang mengajari bagaimana hidup berkenan. DihadapanNya dan dihadapan manusia. :)

Jumat, 13 Februari 2015

Renungan

Sy sesekali bertanya pada diri sendiri. Sebenernya esensi dari pencitraan itu apa? Apakah make-over itu memperbaiki kualitas diri atau hanya visualisasi dr sebuah pencitraan?

Sy terlalu nyaman dg diri sy. Yg tidak terlalu feminim. Yg tdk terlalu terpengaruh dg fashion. Sy menyukai diri sy sebagai "saya"
Bahkan ketika teknologi bisa membuat rambut lurus jadi keriting. Rambut keriting jadi lurus. Saya cukup menyukai rambut sy yg berantakan. Bahkan menyenangkan mengetahui sessorang berkata "i love your messy hair" dan ketika sessorang berkata "gak semua orang berantakan itu ngeselin. Aq malah seneng liat kamu yg tampil sehari2 ketimbang km dg seragammu"

Ketika sy mendapatkan profesi sy, sebenarnya sy dituntut banyak hal. Atau orang biasa menyebutnya sbg "tuntutan karir". Yg menyenangkan adalah ketika ada banyak orang yg melihat sy pas jam kerja hampir tidak mengenali sy ketika weekend. Sy tampak seperti 2 orang yg berbeda. Ya hanya pengaruh busana.

Tp apa yg di dalam diri sy tidak banyak berubah. Hanya tampilan luarnya saja.

Profesi sy mungkin menuntut sy u terlihat baik dalam hal apapun. Tp kenyataanya sy tidak terlalu menyukai "kesan" yg ditimbulkan hanya dh baju seragam.

Sy tetaplah sy yg gokil, yg kadang terlihat aneh, yg garing, getir.

Sy bukan orang yg ramah dg orang yg baru dikenal. Tp ada kalanya sy bisa langsung berteman akrab dg orang yg baru sy kenal 1 jam lalu. 

Sebab Tuhan mendesain sy sebagaimana seharusnya sy. Setiap perubahan dlm hidup sy adalah melalui proses. Dimana disetiap proses itu ada campur tangan Tuhan yg ajaib.

14 feb 2015.


Minggu, 29 Juni 2014

BERKATA KATA

"MULUTMU HARIMAUMU" kata iklan tapi kalo di sosmed "TULISANMU harimauMU"

akhir ikhir ini saya sering dapet pesen singkat yg aneh aneh, ada yg ngatain, ada yg nanya kenapa sekarang jarang posting alay yang bisa dikomenin rame rame. 
banyak yang nanya knapa gak pernah posting galau lagi knapa gak pernah posting dengan emot mewek mewek knapa gak ada postingan ngelu ba bi bu...

saya juga udah lama males nulis di blog... tapi ini demi nyenengin orang yg doyan baca blog saya semacam mas adry dan pisang goreng

saya juga bertanya sejak kapan saya kaya gitu. setelah kroscek sepertinya sejak pikiran saya sudah terkontaminasi omongan dari sahabat saya.

suatu ketika Hengky, sahabat saya selesai baca twiter saya dan bilang
" cha mending lu beli buku diary deh, beneran, jangan terlalu banyak nulis status alay gitu"
jawab saya
" sebenernya statusnya gak valid valid amat si, ada yg beneran ada yg kamuflase ngikutin trend"
dan hengky bilang sama saya
"tp espektasi orang sapa yang ngerti... kalo lu bisa baca pikiran orang sih oke. biarpun gue tau lu banyakan lebay nya. setatus ini itu padahal enggak. hoax belaka"

sampai akhirnya ini yang sering terjadi... "status yang disalah sangkai"
kapok saya!!! dan sejak hari itu saya jadi lebih berhati hati saat ngetik.

saat saya mengisi bahan renungan di grup rohani, seseorang berkata saya sangat pengertian, baik hati, peduli... ujungnya diajak nikah... endingnya kabur pelan-pelan... *belom tau dia kalo saya juga kadang kadang reman.

saat saya suka komen modus bin gombal mukiyo... beberapa temen nyangka saya naksir... endingnya mlipir pelan pelan, 

saat saya ngeluh tentang sesuatu ada yg ngerasa saya sedang ngatain orang itu. endingnya tetep diem dieman 

terus saya nanya ketemen saya
"emang kamu baca twit yang mana sih heng'
eh dia malah diem
"lupa gue"

kalo saya pikir-pikir sebenernya emang lebih baik nulis setatus aneh aneh buat seru seruan aja
jadi kalo ada yg nyetalkerin kita bisa cuek... masa bodo... gak peduli

yang nyebelin dari keseluruhan itu adalah saat saya galau yang ngerasa dan kegeeran adalah mantan pacar. asli rasanya pengen njambak, jadi itulah alasan bagus kenapa kalo kita putus hapus semua akun dan nomer telponya. jadi ketika suatu hari dia ngehubungi lagi bisa pake gaya  ini siapa ya?.... yang mana? padahal inget itu nomer siapa... 

kapok ya... gak juga sih.. kadang rasanya gak seru kalo nggak lebay dengan setatus aneh2..
walupun diantaranya ada sisipan tulisan yang ngomongin soal hati...
wakakakakak....
kejadian yg kemaren bikin saya belajar, lebih baik saya aplod foto presiden dan calon presiden... biar tambah geger... 

hengky pernah menasehati saya. 
"ada orang2 yg lu mau ngomong apa aja cuek, ada orang2 yg dikit2 ge-er. ada orang yang ga peduli apapun urusan hidup lu" 
saya nanya balik ke hengky
" kalo lu"
" kalo gue cenderung ga peduli, cuman kesel aja pengen ngritik"

iya sih, banyak orang yang kadang suka ngeliatin saya dengan tatapan gak jelas, seakan penuh tanya.. mahluk apaan sih lu... :p

terkadang apa yg kita katakan itu tak sejalan dengan apa yang kita pikirkan, seringkali malah sesuatu yang tidak seharusnya dikatakan, apa yang kita katakan tak jarang orang melepaskan prasangka yang tidak tepat. tapi begitulah hidup. penuh rupa penuh warna

God Bless... :)



Selasa, 27 Mei 2014

Selasa, 27 mei 2014

Yesaya 35:4 Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati: "Kuatkanlah hati, janganlah takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan dengan ganjaran Allah. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu!"

amin...

Senin, 26 Mei 2014

Pertolonganya tak pernah terlambat

Pertolongan yg tak pernah terlambat. Itulah pertolongan Tuhan.

Seringkali seseorang tak pernah tau pergumulan apa yg tengah kita hadapi. Ada masalah apa? Ada beban apa? Seringkali seseorang memanipulasi hidupnya dan membuat orang lain melihat 'bayangan semu' diatas seutas senyumnya.

Orang tidak pernah tau apa yg saya alami. Mungkin banyak diantara teman teman saya yg beranggapan saya ini pribadi cuek yg seolah tak punya beban hidup. Selalu tersenyum. Tertawa dan menghibur orang disekitarnya. Menjadi tempat berkeluh kesah. Tapi tak banyak teman saya yg sering melihat air mata saya. Bisa jadi hanya tembok kamar saya saja yg tahu hari hari dimana saya menangis tiap malam..

Saya tampak seperti seorang yang terbuka untuk urusan hal hal yg membahagiakan dalam kehidupan saya. Tapi saya tau untuk urusan pribadi saya. Pergumulan saya. Saya enggan membaginya. Bahkan pada ibu saya sekalipun.

Saya merasa sangat diberkati... Beberapa waktu lalu salah seorang teman baik saya mengajak saya untuk hadir dalam kebaktian. Posisi saya yg ada diluar kota bisa saja saya jadikan alasan untuk tidak hadir. Tapi entah kenapa ada perasaan yg membuat saya ingin hadir disana. Jadi saya putuskan untuk datang.

Ya seorang hamba Tuhan yg luar biasa. Lewat beliaulah Tuhan ingin menjelaskan banyak hal. Betapa berharganya hidup saya. Betapa Tuhan sangat mencintai saya. Sekeras apapun kedagingan saya menyangkal saya ini adalah orang yg pribadinya terluka dan butuh pertolongan tapi saya tidak membiarkan siapapun masuk dan menolong saya untuk sembuh.

Saya membiarkan orang melihat senyum. Tawa dan kebahagiaan yg saya miliki. Tak seorangpun saya ijinkan melihat 'luka' yg saya simpan cukup lama. Luka yg membuat saya menyia nyiakan hidup dan berpikir untuk mengakhirinya.
Ya saya pernah melakukanya. Saat dimana saya memacu kendaraan secepat mungkin dan berpikir mungkin akan lebih baik jika sy  menghantamkanya ke arah truk atau bus yg besar. Atau mungkin menerobos palang perlintasan kereta api. Atau menceburkannya ke sungai saat melewati jembatan yg tinggi. Ya saya pernah melakukanya.

Banyak hal yg sebenarnya membuat saya cukup depresi dan frustasi. Tapi saya tak pernah ijinkan siapapun tahu.

Sampai hamba Tuhan ini datang dan memberitahu saya. Betapa Tuhan mengasihi saya dan betapa Dia mencintai hidup saya. Hidup yg sangat berharga dimataNya.

Kamis, 08 Mei 2014

Ucapan Kutuk

Pernahkah anda mengutuki sesuatu?? Ya saya pernah...

Beberapa tahun lalu saya di didik Tuhan disebuah tempat. Sebuah tempat dimana saya berpikir bahwa kasih sayang, menghargai, menghormati itu mahal harganya.
Tempat dimana kepercayaan dan kredibiltas sangat mudah untuk dilukai. Tempat dimana orang orang yang punya hati nurani merasa dikepung pasukan berpedang.

Saya pernah merasa punya jasa. Saya merasa bisa mengerjakan banyak hal. Saya merasa banyak membantu. Saya merasa...

Banyak hal saya lupakan. Semua pencapaian saya. Apa yg bisa saya kerjakan adalah karena anugrah Tuhan. Karena saya dimampukan. Karena Tuhan yg pilih saya. Ditempat itu saya belajar banyak hal. Menemukan keluarga baru. Menemukan teman dan sahabat baru. Belajar memberi tanpa pamrih. Ya saya lupa itu.

Beberapa waktu lalu salah seorang teman lama saya meminta bantuan saya untuk kembali kesana dan mengerjakan beberapa hal. Tapi sebelum saya mengiyakan saya minta waktu sebentar.

Saya berdoa. Saya bertanya apa sebaiknya saya kembali atau tidak. Saya pernah merasa marah dan pergi darisana. Ada beberapa teman satu team saya juga mengambil langkah yg sama.

Saat saya berdoa nurani saya berbisik...
"kenapa kamu ingin kembali le ladang dimana kepadanya kamu pernah berucap kutuk"
Ya... Sebelum pergi saya sempat marah. Melepaskan kata-kata kutuk pada tempat itu. Menyimpan kenangan pahit. Tapi sekarang saya berniat untuk kembali lagi ke sana.

Saya memang bukan Tuhan yg kata katanya punya kekuatan... Tapi disisi lain juga bisa membinasakan. Saya hanya manusia biasa.

Tapi hari ini saya belajar. Untuk bisa mengendalikan diri saya. Menjaga kata-kata saya dari hal-hal yg tidak baik. Menyadari bahwa Tuhan adalah sumber dari kekuatan dan kemampuan.

Saya belajar untuk bisa menerima didikan apapun dari Tuhan. Sebab berkat itu datangnya tak bisa diduga. Bahkan dari hal hal yg tidak kita sukai.. :)

Rabu, 14 Agustus 2013

APA

saya bahkan tidak pernah mengerti apa yang akan saya tulis sekarang
tapi di dalam benak saya ada yang ingin saya tuangkan dan saya bagi.

ini seperti sebuah kisah panjang, tentang sebuah pengharapan, tentang kemana arah mata Tuhan memandang.

dalam sebuah perenungan saya belajar memahami, APA yang membuat saya bisa sampai kesebuah tempat yang tidak pernah saya pikirkan. sebuah tempat dimana saya memulai sebuah cerita seorang diri. tanpa ada seorangpun yg saya kenal. tempat yang membuat seluruh hidup saya berubah.

 http://wongfuproductions.com/web/wp-content/uploads/2010/03/P3291157.jpg

Tempat itu seharusnya bukan tempat saya untuk memulai sebuah penyesalan. tapi itu adalah tempat bagi saya untuk belajar mengambil keputusan, belajar mengerti hal-hal diluar jangkauan akal manusia saya. tempat saya menemukan banyak pelajaran berharaga.

tapi dari tempat itulah saya merasa bersalah dengan apa yang terjadi dengan hidup saya sekarang. dalam diam saya bertanya pada diri sendiri, APA yang aku pikirkan saat pertama kali aku putuskan untuk datang kesana dan untuk tujuan APA.

ini bukan sekedar mengikuti naluri atau suara hati, tapi berjalan bersama sebuah kekuatan diluar kekuatan manusia. yang sangat disayangkan adalah ketidak siapan saya dengan sebuah RUMAH baru, sebuah KISAH baru. jika semuanya baru sewajarnya saya juga memiliki pemikiran yang baru. tapi yang terjadi adalah saya masih tinggal bersama diri saya yang lama. belum untuk menjadi baru untuk sebuah Tujuan yang baru.

tapi dari tempat itulah masalah baru juga muncul. ketidak siapan saya, membuat saya semakin lemah dari hari kehari, membuat saya merasa menjadi seseorang yang membutuhkan banyak obat dan pertolongan. 

beberapa hari ini saya menyesali banyak hal, tapi hal APA itu saya sendiri tidak mengerti. dan untuk alasan APA saya menyesal itupun saya tidak pernah tau.

yang saya tau saya merasa sangat marah.
dalam hati saya berpikir, tak bisakah pikiran-pikiran ini menyingkir sebab saya sedang berjuang untuk menyelesaikan pendidikan saya.
kenapa disaat seperti ini malah membuat saya merasa sangat kacau, ini benar2 membuat konsentrasi saya terpecah.

yang ingin saya lakukan saat ini adalah pergi sejauh-jauhnya berharap tekanan yang membuat saya merasa begitu depresi bisa segera pergi.

tapi disebuah titik saya mengerti. saya bertanggung jawab atas apa yang sudah saya putuskan, kemana kaki saya melangkah... keana mata saya memandang dan kemana saya menyondongkan hati. saya bukan seorang yang pandai mengendalikan emosi, biarpun ada kalanya saya bisa mengatasinya dengan baik. keputusan APA yang sudah saya ambil, KEMANA kaki saya melangkah bukanlah untuk menuju kepada sebuah penyesalan tapi lebih BAGAIMANA saya bisa tumbuh dan terus tumbuh.

seekor bayi penyu bisa hidup di dalam toples... ketika bertambah hari wadah hidupnya sudah tidak muat lagi, maka dia harus pergi dan tinggal di dalam bak, semakin bertambah hari dia harus meninggalkan bak dan perki ke kolam, dan semakin bertambah hari, ketika sudah tidak banyak lagi tempat dia untuk bergerak dan tumbuh dia harus pergi meninggalkan kolam menuju lautan. tapi dia juga harus mempunyai pertahanan hidup yang baru untuk tetap bisa bertahan hidup. dan setiap dan tempat yang di datangi dan harus ditinggalkan bukan sesuatu yang harus disesali. sebab dengan demikian kita bisa tumbuh semakin besar dan besar lagi.

APA yang sedang ada dihidup kita sekarang, DIMANA kita berada.
akan ada masanya kita harus datang kesebuah tempat bukanlah sesuatu yang perlu disesali, ketika harus pergi dan menemukan tempat BARU. jadilah pribadi baru yang bisa bertahan dan MENANG

~sometimes I want to run as far as possible and hope no longer feel anything. but where I ran, still I will be back to where I should be. because there are the place where I had to GO HOME~

Minggu, 28 Juli 2013

SADARI DIMANA KAKI KITA BERPIJAK

saya inigin menulis ini... berbagi sebuah cerita lucu dan menjengkelkan

seringkali kita lupa kaki kita ini berpijak dimana, dengan gampang kita meremehkan orang lain, dan seringkali kita terlalu gegabah untuk kembali membalas dengan emosi.

ini yang terjadi ketika saya dan jojo sering bertengkar tentang skripsi kami. seharusnya kami sadar kalau sudah jelas jurusan kami berbeda, tentu saja kajian ilmu yang kita pelajari berbeda, sayangnya kami seringkali terlibat adu pendapat yang sebenernya tidak bermanfaat sama sekali.

ini yang terjadi setiap kami mengerjakan skripsi bersama. saya jurusan DKV dan jojo akuntansi perbankan.
dan saya sebel dengan mulutnya jojo yang ceriwis itu.
"apaan, ngerjain kayak gitu aja gak selese-selese, kalo gue mah wajar perbankan, ngitung, pusing, putek... stress.. nha elu?"
dan seringkali saya diam tanpa reaksi. bahkan ketika dia ngomong kenceng-kenceng
"skripsi woy skripsi, malah gambar, kapan selesenya, gambar gambar melulu" dan kali itu saya tetep cuwek. sampe dia ngomong
" lu ngapain sih, kapan selesenya, disuruh kerjain skripsi malah gambar gak jelas, bab 3 tuh metopen, metode penelitian, lu bahas apa kayak gini, pantesan salah terus." dan ketika dia lihat tumpukan buku kajian disain saya dia ngomel "buku kayak gini doang lu beli ampe ke jakarta ngapain, lagian kaya gini beli mahal. buang2 duit."
saya sewot banget, akhirnya emosi saya gak terbendung, saya lemparin laporan saya ke mukanya dia.
" kalo kamu bisa kerjain bab 3 ku dan selesai hari ini. tak bayar berapapun kamu minta. dan soal buku, sana ke perpustakaan pusat. kalo ada 1 buku aja yang sama kaya buku punyaku makan mu seminggu tak tanggung"

karena saya merasa punya duit, dengan sombong saya ngomong begitu, sbenernya jengkel saya udah gak terbendung, saya tau kelemahan jojo yang selalu ribet soal duit, yang saya lihat lebih kaya orang pelit.

"bab 3 tuh metopen.. dibilangin kok ngeyel"
"sorry ya rak unsum (gak jaman). mbok kiro kuliahku mung neliti data ngunduh soko internet kelar? (kamu kira kuliahku cuma neliti data dari internet kelar).

sejak kapan kajian ilmu desain disamakan dengan ilmu perbangkan. jelas beda.

saya gak pernah protes ketika dia ngeluh soal skripsinya, atau dateng malem2 cuman mau donlod data. bahkan ketika dia ngacak2 kamar saya ketika ujiannya gagal dan harus ngulang, tapi saya sebel sama mulutnya yang lebih nyinyir dari perempuan. karena dimata saya seorang pria itu menunjuukan dedikasi dan kemampuan bukan hanya pandai bicara, apalagi mencemooh hanya karena dia merasa pintar. dan seringkali saya berpikir kalo mulut teman saya ini udah ngalahin mulut banci. ups

kami berteman cukup lama. cukup untuk memahami satu sama lain, biarpun kenyataanya kami sering bertengkar, kami seringkali terlihat seperti pasangan kekasih yang ribut soal cinta, padahal seringkali ribut tentang masalah gak penting, dan yang aneh jojo sering ngambek sama saya. dan hal itu yang bikin saya sering berpikir "laki kok mentalnya kaya cewek".

bukankah kita diciptakan berbeda, bukankah selayaknya kita sadar perbedaan itu yang membuat hidup kita lebih indah dan penuh dengan cerita. tapi seringkali kita lupa dimana kita berpijak. :)

Rabu, 12 Juni 2013

Memahami...

ya memahami...

memahami gejala yang terjadi.
agak aneh dan rada gak masuk akal.
kebangun dari tidur, gara2 henfon saya 22nya brisik banget... padahal saya udah letakkan mereka jauh jauh dari tempat tidur.
tadi sore kepala saya sakit banget jadi selesai makan saya tidur...
seingat saya sy sedang chat dg salah seorang temen di bbm, si jatmiko, si koko ini cerita soal mengeluarkan jejak setan dari dalam diri, yaitu semua dosa yang pernah kita lakukan, kita sadar itu dosa, dan menurut dia pengakuan dosa di hadapan Tuhan dan bertobat itu bisa menjadi salah satu cara buat menghapus jejak itu... sebelum akhirnya pet... mata bener2 merem... yah sakit kepalanya gak karuan makanya saya pake obat penenang.

beberapa hari ini sy enggan inget inget mimpi, tapi yg ini kok terbayang gak karuan, biasanya kejadian begini ada apa apanya.

saya ada disuatu tempat, bersama ayah dan kakak perempuan saya, ayah saya dan kakak saya mengajak saya untuk mengusir setan, tapi saya malah ketakutan... saya lari, saya tidak mau melakukanya.

terbangun berkat henfon saya bunyi bersamaan, biarpun jauh tengah malem gini kerasa kenceng bgt suaranya.

entah apa yang terjadi, tapi mimpi itu seperti tidak mau hilang dari pikiran saya. saya bertanya pada diri saya, apa ini?

saya ambil waktu sembayang dan berdoa...
dan detik itu saya ingat. iya Tuhan.. aku memang berdosa, aku dengan sadar melakukan kesalahan, aku dengan sadar tidak menghindar, hanya karena emosi dan kedagingan, saya berlutut dan minta ampun, saya tau saya melakukan kesalahan.
karena saya tau saya sudah melakukan kesalahan, setan seperti punya kuasa u mengalahkan saya. maka ada intimidasi dari kesalahan itu.

"akuilah kesalahanmu, sebab Tuhan itu maha memberi pengampunan bagi yang meminta belas kasihNya. kasih yang memberimu hidup baru, yang mengganti jubahmu dengan jubah kemuliaan dan kasut yg membawamu pada jalan kebenaran dan hidup"

anda dan saya kadang2 merasa ingin dihibur, menghilangkan beban, dan ingin merasa bahagia, namun seringkali kita lupa ada jalan Tuhan, ada kehendak Tuhan, ada rencana Tuhan.

detik ini Tuhan mau berkata,
hapus jejak itu...
jangan ulangi lagi. cukup kamu belajar dari kejadian lalu, dan ini bukan pertama kalinya, bukankah kamu sudah mengalami jauh yang lebih buruk dari ini. jadilah kuat. jangan diperdaya kelemahanmu.

saya sering kali lupa, untuk mencapai sebuah tujuan hidup yg kekal, kedagingan itu harus diremukkan, dibentuk menjadi karakter baru dalam Tuhan.

someday I also have to admit a mistake to someone,
so I remove it completely

I'm so sorry... :)

ya saya ingat tentang sebuah kalimat yg saya baca:
Your worst day with Jesus is better than your best day without Him. 
-Joyce Meyer

terimakasih Tuhan, kasihMu sungguh tak terbatas... :)

Senin, 13 Mei 2013

Makan Semangkamu Perlahan

ya... sy yakin anda pernah makan semangka dengan potongan memanjang,
susah... belepotan, dan kadang jengkel juga dengan bijinya.

ini moment makan siang saya yang menyenangkan, sepertinya saya tengah makan siang sendiri, di tempat asing, tidak, ada pribadi yg begitu hangat ada bersama saya.

moment makan semangka...
setelah saya selesai dengan makan siang saya, dan mengakhirinya dengan sepotong semangka yg cukup besar.

gigitan pertama tidak masalah tetapi semakin lama semakin susah digigit, karena semakin dalam dan tebal, dengan ujung kanan kiri yang bisa membuat pipi saya belepotan, tapi entah suara dari mana yang tiba-tiba muncul. saya tau saya sedang sendirian.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiqwn47dQRxgSK-OrqfvUvwaErUVnLclOPDPWe3cFccqJPvYPjPdW9o1q69mo-1PZHZcmZmLK9GcTSIPO-p_XOux0NgD330ozTjl6zj7BYaacXF2A66gN274j5TW23ijVZ_wWvDkepa44f2/s400/Bocah-makan-semangka.jpg

"nak, makan semangkamu pelan-pelan"

terkadang hidup anda dan saya seperti moment makan semangka ini, awalnya mungkin tidak terlalu sulit, anda dan saya bisa mulai menggigit dari bagian manapun.tapi ada bagian diamana anda akan merasa sedikit kesulitan untuk memakanya.

tapi apa iya anda akan berhenti makan semangka??
saya tetap memakanya sampai habis.

saat makan semangka ada saat dimana anda kesulitan menggigitnya, ada kalanya anda dan saya harus berhenti sebentar dan menghalau biji-bijinya, dengan sabar anda dan saya mengeluarkanya satu persatu, sehingga anda dapat menyelesaikan makan semangka tanpa tersedak oleh bijinya. meski terkadang masih ada yang tersisa saat anda mengunyah, ini membuat anda dan saya harus berhenti sebentar untuk mengeluarkanya dari mulut kemudian membuangnya.

atau sebelum memakanya anda bersihkan bijinya, mengambil pisau, dan memotongnyakecil kecil.
meskipun tidah memungkiri masih ada biji yang tidak terjangkau oleh mata anda karena dia ada di dalam dalam daging buah.

atau ada orang lain yang bersedia membersihkanya dan memotongnya untuk kita.

ya... hidup kita kadang kita mulai dengan tanpa masalah, tapi masalah itu bisa muncul ditengah perjalanan. seperti biji itulah penghalang2 dalam langkah kita, tapi kita berheti sejenak dan bersabar untuk menghilangkanya, membuangnya satu persatu, atau kita belepotan, lengket dan kotor, bukankah disana ada sapu tangan atau tisyu untuk menyekanya.

setiap masalah kadang bisa membuat kita terhenti, namun sebaiknya tidak berhenti, hanya terhenti sesaat untuk melaluinya, dan menghalaunya pergi, jika merasa lelah belepotan dan rendah diri, bukankah disana ada pengharapan untuk menyeka setiap peluh dan menghilangkan setiap kotoran yang ada di pikiran dan hati kita.

atau anda dan saya harus berjuang keras pada awalnya, menyiapkan banyak hal, meski kadang masih ada saja masalah di tengah jalan.

dan ada kalanya Tuhan dengan penuh cinta membereskanya buat anda dan saya.

dengan demikian anda dan saya menghabiskan semangka itu dan selesailah perkara,
finish!!!

Kamis, 09 Mei 2013

BERPIKIRAN TERBUKALAH

ya.. pagi yang indah, bersama lantunan kidung hati..

pengajaran hari ini... ~berpikiran terbukalah~

"berpikiran terbuka bukan berarti tidak punya privasi, berpikiran terbuka bukan berarti bertindak sesuka hati, berpikiran terbuka bukan berarti tidak menjaga perasaan orang2 yang kita sayangi, berpikiran terbuka tidak berarti melanggar kepentingan orang lain" 

saya suka dengan cara Tuhan mendidik saya.
disiplin tapi penuh cinta
berpikiran terbuka.. jujur dengan diri sendiri
tidak menyembunyikan diri sendiri dan tenggelam dalam pemikiran pribadi,

banyak orang diluar sana yang mungkin selalu ingin bertanya, bagaimana kabarmu, tinggal dimana sekarang, apa kesibukanmu dan banyak hal lain, tapi pagar dan tembok hidup yang kita bangun seringkali menghalangi mereka menjangkau kita.

saya memang sedikit malas ketika orang mulai banyak bertanya tentang hidup saya,
saya membuat portal, membangun tembok, menggali parit dalam disekitar saya, membatasi diri saya untuk mengenal orang lain, buat saya ribet ketika orang lain selalu ingin "kepo"

tapi hari ini Tuhan sadarkan saya, bukan cuma mereka yg dekat secara harafiah saja yang peduli dengan hidup saya, banyak mereka yang jauh juga ingin tahu bagaimana kabar saya, mungkin mereka adalah orang2 yang dekat dengan saya dimasa lalu, bukan berarti ketika kita jauh dari mereka, mereka melupakan kita.

hari hari ini saya belajar buka portal, kembali bercengkrama dengan teman SD, SMP, SMA. kuliah dan teman2 yg dulu suka nongkrong bareng.
memberi kabar bahwa saya dalam kondiri baik, hidup dengan penuh syukur, menceritakan bagaimana diri saya sekarang,

privasi selalu ada, tapi punya pikiran dan hati yang terbuka untuk banyak orang dan banyak hal, memperkaya pengalaman hidup kita.
dalam anugrah Tuhan yang ajaib, dengan kasih Allah yang luar biasa, lihatlah kasih orang yang menyayangi kita, tak inginkah kita membuka hati untuk menerimanya, sebab Tuhan tidak pernah menolak setiap orang yang datang kepadanya. tapi Dia juga mngajarkan kita untuk memiliki hikmat, sehingga kita mampu menyikapi setiap kasih yang datang dengan lebih bijak.

with love .. I greet you this morning with full warmth

untukmu,

5 menit yang lalu masih masih terlelap dalam tidurku, tapi seketika terbangun, ada dorongan hati yang kuat kuat untuk membuka sesuatu dan membaca sedikit tentangmu, tapi Dia berkata, "sedikit salah paham saja mebuat orang lain salah fokus, kadang kamu harus memberi sebuah ruang dimana orang bisa melihat sebuah kejujuran, keadaan yg sebenar benarnya."

ya lima manit yg lalu aku masih ada disebuah tempat denganmu, aku melihat diriku yang marah dengan apa yang kamu lakukan, dengan banyak cara engkau meminta perhatianku, seolah berkata "aku tidak pernah melakukan apa yang kamu pikirkan selama ini"

ketika pertama Tuhan memperlihatkan sebuah mimpi tentangmu. aku hanya diam, tidak menolak dan tidak berkata ya. hanya diam, menjalani hariku dengan seribu tanya dihati meski diam, aku mulai belajar menerima kehadiranmu, ingin tau banyak hal denganmu.

semakin hari semakin banyak yang Tuhan lihatkan, kehidupan masalalu mu bahkan kehidupan dimana aku dan kamu dalam sebuah kebersamaan.

awalnya aku sering bertanya, protes bisa jadi, tapi lambat laun aku mulai menerima dengan hati terbuka.

hingga pada suatu waktu dimana, aku mulai merasa terluka, dan mulai protes dengan Tuhan, bukan karena aku mulai membencimu, tapi karena aku mulai menaruhmu dalam hatiku.

aku hanya merasa tertolak dengan sikapmu, merasa tertolak dengan penghakiman yang sering kau berikan.
aku hanya merasa terluka.

dan dari sanalah aku mulai membuat kebohongan-kebohongan kecil untuk mengalihkan hatiku yang pengecut, membuat banyak cerita baru dalam hidupku dan berkata aku baik-baik saja.
setiap malam aku menangis di hadapan Tuhan sambil bertanya.
"Tuhan kapan ini berakhir, apa yang bisa aku perbuat, aku mengasihinya, meski tak pernah kuungkapkan, dan itu tak penah tersadari olehnya"

sampai hari dimana aku memohon pada Tuhan, ya ijinkan aku bicara, sedikit saja
kesalahanku hari tu adalag bicara terlalu banyak,
karena ketakutanku aku bicara terlalu banyak.
tapi hari itu aku tau, ternyata apa yang aku rasakan sama denganmu
kamu merasa tertolak dengan sikapku
kamu merasa aku membencinmu, sekalipun itu tidak pernah aku lakukan.

dan ijin untuk berbicara denganmu bukan sesuatu yg diberikan dengan cuma2. ada syarat. meski karena ketakutanku sendiri aku sering melanggarnya.

semalaman penuh aku berdoa, Tuhan dengan jelas berkata "tetap bertahan nak"

mungkin kenyataan yang kulihat adalah apa yang ada dipiranku.

tapi hari ini, detik dimana aku menuliskan ini, setelah bangun dari tidurku, "tulislah, beri sedikit pengertian padanya. begitulah kamu belajar untuk membanguan pondasi imanmu. tuliskanlah, sampaikan padanya, dengan begitu kamu membuka jalan"

maaffkan aku untuk semua sikapku, angkuhku dan ketidak taatanku.

Jumat, 12 April 2013

RESPON

bagaimana respon anda tentang banyak hal yang terjadi disekitar anda...
lihat bagaimana diri anda meresponi orang2 disekitar anda

pengalaman ini berawal dari obrolan saya dg beberapa orang teman wanita saya di sosial media, karena kami tinggal di kota yang berbeda, tidak ada banyak waktu untuk kami bertemu secara langsung, maka salah satu layanan aplikasi dunia maya ini membuat kami bisa mengobrol dan membicarakan banyak hal,
dari sini kami berbagi cerita, bertukar info, saling memberi semangat... yah inilah teknologi yg membuat kami bisa bertemu secara maya

sampai seorang sahabat membawa kami mengikuti kelas cinta Lex... ahahahahahaha ^^
saya bukan penggemar setia ataupun folower lex... tapi beberapa fakta yg diuraikanya seringkali membuat kita berpikir..... ---- ya gitu deh.... emang bener sih... iya bener banget----
ini semakin menarik kerika saya meresponi uraian yg dijabarkan Lex.. apa yang terjadi berikutnya....
Lex adalah orang yg mampu mendeteksi pola pikir seseorang dari respon yang diberikan --sy pikir--

iya dengan mudah dia menebak saya, dan pola pikir saya...
bagaimana bisa... logikanya.... kamu bisa memberi penilaian kepada seseorang dan pola pikirnya ketika kamu melontarkan kata, bagaimana orang meresponinya....

pagi ini ketika saya berdoa, ada sebuah humor yang ditawarkan disela renungan saya
--coba kamu pos sebuah kata yang bisa menimbulkan banyak reaksi dan spekulasi...
saya berpikir kata apa yang paling tepat...

sekali lagi Lex benar.... tentang pikiran saya yang terkadang lebih suka berputar-putar dalam denial tanpa mencoba memandang alternatif lain yang mungkin lebih tepat... sikap ini sebenarnya bertolak belakang dengan prinsip kesederhanaan yang dijabarkan dalam alkitab... hehehehe << aib banget nih

kenapa saya harus berpikir keras, bukankah lebih mudah kalau saya bertanya... kata apa yang harus saya poskan? bukankah DIA sudah sediakan jawabanya...



ya... hanya ada 2 frase... tapi bisa mengundang banyak reaksi dan spekulasi.
ini tergantung dari sudut pandang mana orang lain menilai, mengenal, dan mengerti siapa diri kita sebenarnya.
kenyataanya kamuflase sering kali terjadi ketika kita mengenal seseorang hanya sebagian kecil dari siapa dirinya.

sudut pandang kita dalam menilai orang lain sangat menentukan bagaimana kita meesponi orang tersebut
ketika saya poskan " I QUIT " ...... inilah reaksinya...

tidak banyak yang bereaksi secara terang terangan, lebih banyak private massage malahan hahaha^^
ternyata banyak yang sungkan bertanya dan berkomentar secera terang2an...

sebagian besar teman satu perguruan tinggi dengan saya berpikir bahwa saya menyerah dengan study saya,
sebagian besar teman kerja saya berpikir saya menyerah dan akan berhenti
dan sebagian besar lainya meresponi dengan berbagai pertanyaan yang membuat saya tertawa terpingkal-pingkal...

yah RESPON
ini yang membuat orang bisa salah faham, bisa membuat orang terpuruk dan membuat orang begitu bersemangat,
kita meresponi apa yang kita kenali..
jika anda mengenali saya sebagai pribadi yang positif maka anda akan memberi respon positif
tapi jika sebaliknya..... hehehehe...
semua tergantung dari sudut pandang mana anda mengenali saya ^^


Jumat, 22 Maret 2013

MENIKMATI BAGIAN DEMI BAGIAN HIDUP



Ya.. tidak banyak orang yang bisa menikmati setiap bagian hidupnya
jika anda bertanya apakah saya bisa, saya akan menjawab TIDAK

tapi inilah hidup ... banyak rasa banyak warna, tapi satu hal yang anda dan saya harus belajar, nikmati moment demi moment... many things happens for a reason

mungkin hari hari ini adalah salah satu hari yang tidak menyenangkan dalam hidup saya, meski tidak sepenuhnya, kenyataanya masih banyak kebahagiaan yg dapat saya rasakan di dalamnya

tapi ini yg Tuhan ajarkan kepada saya sepanjang pagi ini
when you are got confused, when you do not know where to go, when you're not sure what you are doing now, keep calm and praying....

satu hal yang tak banyak orang orang mau mengerti, bahwa segala hal dam hidup ini ada dalam kendali Tuhan bilaman kita sujud di hadapan-Nya dan berserah. Tuhan yang kita sembah bukanlah Tuhan yg memilih mana doa yg di dengar mana yg tidak, semua doa hinggap di hatiNya... meski jawan dari doa itu sering kali adalah TIDAK... JANGAN.. atau BERHENTI SEKARANG...
problematika hidup sering kali membuat kita larut dalam kekalutan pikiran pribadi, merasa menemui jalan buntu dan menyerah, bukan itu yang Tuhan harapkan dari diri kita sebahai hambanya...

jika Dia menjawab TIDAK, yakinlah ada yg lebih baik, bahkan jauh lebih baik yang dia sediakan bagi kita.
jika Dia menjawab JANGAN, bukan berarti Dia Tuhan yang tidak ingin melihat kita hidup bahagia, tapi Dia Tuhan yang mengerti apa efek jangka panjangnya jika kita melakukan sebuah kesalahan kecil. dan Dia Tuhan tau mana yg seharusnya engkau pilih. 
jika Dia berkata BERHENTI SEKARANG, bukan berati Dia Tuhan yang mengambil kebahagiaanmu, apa yg tampak indah dimata manusia, bukan sesuatu yg baik bagi manusia itu sendiri. 

Dia Tuhan yang mengetahui awal dan akhir, jadi nikmati saja setiap peristiwa yang singgah dalam hidup kita
intentionally or unintentionally .. learning is should

Rabu, 06 Maret 2013

SEBUAH PENGAJARAN DAN SEBUAH DIDIKAN


Sebuah pengajaran dan sebuah didikan

Saya bersyukur sebab Tuhan telah tangkap hidup saya, dipulihkan dan dimuliakan-Nya...
Dia Tuhan yg tidak tinggal diam ketika kita datang dalam doa, Dia Tuhan yg hidup, yang mengerti setiap isi hati kita, Tuhan yang memberi pengharapan dan penggenapan

Seringkali Tuhan mendidik saya dengan cara-Nya, yg kadang tidak dimengerti oleh logika manusia,
Saya begitu suka cita, ketika Dia datang dalam wujud-Nya dan mengajari saya akan banyak hal. Ini adalah sebuah pengajaran dan ini adalah sebuah didikan.
Malam itu, saya bersimpuh dalam doa, melantunkan setiap harapan dan meletakkan segala perkara hidup saya, ada damai, ada kasih.

Dilihatkan-Nya pada saya bahwa orang yang tinggal percaya ibarat manusia yang pergi dengan becak. Becak itu berjalan karena ada kaki yang mengayuhnya, dan berbelok saat ada tangan yang membelokkannya. Yang menghindarkan kita dari lubang dan gundukan di jalanan, supaya kita tetap aman dan sampai ke tujuan.
Dialah Tuhan yang mengayuh langkah hidup kita, supaya kita tidak berjalan dengan kaki kita, membenarkan kemampuan dan kekuatan diri sendiri, supaya kaki kita tidak terantuk kepada batu dan tidak terjerembab dalam kubangan. tanganNya menuntun arah hidup kita, supaya kita mencapai destiny yang sudah ditetapkan-Nya.

Lalu diperlihatkanya pada saya sebuah banjir besar yang menenggelamkan sebagian besar daratan...
Disana ada 2 anak perempuan yang berdiri di pinggiran banjir, dan seketika banjir itu menyambar keduanya dan menyeret mereka ke dalam arus, keduanya  berteriak minta tolong. satu diantaranya, Anak perempuan yang lebih besar berusaha melawan arus dan menggapai daratan tp dia semakin tenggelam, sementara yg kecil begitu pasrah sampai terseret air dan hampir tenggelam, tetapi  saya melihat tanganNya menggapai yang hampir tenggelam dan mengangkatnya naik ke daratan.

orang yang merasa dirinya besar adalah mereka yang merasa memiliki kemampuan dan kekuatan untuk menyelamatkan dirinya, membenarkan kekuatan sendiri. Tapi mereka yang berserah adalah mereka menggantungkan harapan pada Tuhan, dan saat itulah ada Tangan Mahakuasa yg memberikanya pertolongan .

Setiap badai, setiap kesukaran dalam hidup kita, bukankah Dia Tuhan yg Maha memberi pertolongan?

Kemudian saya ada di sebuah tim.. yang masuk dalam permainan labirin besar.
Dari setiap ruangan dalam labirin itu ada rintangan yang harus dilewati dan setiap rintangan ada petunjuk bagaimana mengalahkannya.

Saya dengan tim saya mulai masuk dalam lorong panjang, dan rintangan pertama adalah monster kecil yang menyerupai gumpalan debu dan abu serta asap hitam.  Petunjuknya adalah, 

“kamu butuh cinta dihatimu untuk bisa mengalahkanya”.

Monster itu berteriak dengan geraman dan mulai menghampiri satu persatu dari kami, beberapa orang di tim saya mulai gusar dan mencoba mengalahkanya, semakin mereka geram monster itu menjadi semakin besar dan melahap mereka satu persatu. Dan ketika monster itu ada dihadapan saya, hal pertama yg saya ingat adalah petunjukknya. “kamu butuh cinta” mulutnya menganga siap menerkam,  saya menenangkan hati saya dan tersenyum, saat itulah monster dihadapan saya mengecil dan menghilang.

Monster itu menggambarkan amarah dalam diri kita, saat amarah itu menguasai kita, dan kita semakin gusar maka semakin membesar pula amarah itu, tapi saat kita menenangkan hati, memiliki cinta bagi sesama maka cinta dan kasih itulah yang membuat kita mampu mengalahkan setiap amarah dalam hidup kita.

ruangan berikutnya adalah jalan setapak, di depan kami ada sebuah parit yang cukup dalam, tidak terlalu lebar, tapi cukup dalam menyerupai jurang... dan kata kuncinya

“milikilah ketetapan hati, dan keyakinan yang kuat untuk melangkah, kamu yang ragu akan jatuh”

jalanan setapak dengan tepian jurang... dan saat mendekati parit itu beberapa orang dalam tim saya mulai terpelanting dan jatuh.... saya mulai ketakutan, saat sampai di tepian parit ada angin kencang seperti badai, saya mulai terhuyung tapi sekali lagi saya mengingat kata kuncinya, saya mulai percaya bahwa saya bisa melewatinya, saya melangkah dan melompati parit, yup... sampai keseberang.

Ketika seseorang menghadapi kemelut hidup, ibarat sedang berjalan di jalanan kecil yang dikelilingi jurang, salah langkah saja pasti jatuh, saat badai menerpa hidup kita seringkali kita menjadi tawar hati dan hilang percaya, kita tak pernah mengerti bahwa dalam diri kita ada kekuatan besar, dan kekuatan itu akan semakin kuat saat kita memiliki hati yang percaya.

Kemudian saya menutuni anak tangga yang panjang dan curam, di depan saya ada sebuah dinding besar dan tinggi... petunjuknya adalah... 

“lompati atau terobos" 

dalam hati saya tidak yakin bisa melompatinya karena itu sangat tinggi, saya melihat beberapa orang di depan saya yang melompatinya berhasil , tapi sebagian besar dari dari mereka terpelanting jatuh, dan beberapa orang yang menerobos hampir semuanya terpelanting jatuh setelah mengalami benturan keras. saya mencoba menerobosnya. Dinding itu tidak goyah sama sekali, padahal saya mengalami benturan yang cukup kuat. Saya berhenti dan mulai berpikir bagaimana melewatinya, tanpa sadar saya menemukan petunjuk lain di dinding itu. Ada tulisan 
“ dua orang sebelum kamu sudah berhasil menerobosnya, mereka memberikan jalan bagimu lewati jalan atu dan kamu akan berhasil”
saya mulai melayangkan pandangan ke setiap sisi dinding... ya ada sebuah lubang kecil disana, saya meyusup masuk dan saya melewati dinding besar itu.

Seringkali dalam hidup orang terlalu fakus pada pandangan pribadi karena merasa tahu, keyakinan diri yang luarbiasa, membuat kita membutakan diri pada petunjuk berikutnya, mereka yang melompat dan melewatinya dg selamat adalah mereka yang tinggal dalam kasih karunia Allah, dan itu tidak terjadi pada kebanyakan orang, hanya sebagian kecil, tapi ada beberapa orang yang memeliki kasih karunia yang mampu menerobos dan memberi jalan keselamatan pada orang lainya, mereka adalah pemimpin yang maju untuk menerobos, sering kali kita terlalu fakus dengan diri kita dan meresa tidak membutuhkan orang lain dalam hidup kita, itulah kesombongan manusia, jalan itu bukanlah jalan yg bisa kita lewati dengan tegak berdiri, untuk melewatinya harus jongkok bahkan merangkak, itulah kerendahan hati. sejatinya kita membutuhkan orang lain yang menggerakkan dan menguatkan kita di dalam Tuhan.

Setelah saya melewati tembok itu tibalah saya di pintu keluar, sayangnya disana ada dua pintu... tidak ada petunjuk, saya memutuskan untuk masuk ke pintu sebelah kanan, tapi sayangnya setelah saya menyusuri lorong itu adalah jalan buntu, saya tidak bisa menembuskanya karena ujungnya adalah dinding baja, kemudian saya berbalik, keluar dari pintu yang kanan dan menuju pintu yang kiri dan saya berhasil keluar dari labirin itu.

Seringkali dari kita salah mengambil keputusan, yang tanpa sadar membawa pada jalan buntu. Banyak dari kita sibuk mendobrak dan menerobosnya, tapi tidak banyak orang yang mau berbalik kembali untuk memperbaiki kesalahanya. Sehingga dia bisa keluar dari permasalahanya dan menang.

Ya saya berhasil memenangkan rintanganya, kemudian datang kereta yang membawa semua tim... termasuk tim saya. Saat saya menjumpai tim saya, mereka memandang saya dengan dingin, seorang dari mereka berkata  “ satu kemenanganmu tidak bisa menyelamatkan kami semua”

Sebuah keberhasilan dan sebuah kemenagan tidak akan berarti apa-apa jika itu tidak berdampak bagi orang lain, kemenangan sejati adalah ketika kita memberi invest, memberi impartasi untuk orang-orang disekitar kita, maka kemenangan itu bukan untuk diri sendiri, tapi kasih itu yang membuat kita berkemenangan untuk banyak jiwa.

Inilah pengajaran dan inilah didikan J
  

Minggu, 24 Februari 2013

EFEK SAMPING



anda pasti bertanya... mengapa efek samping...

ketika hendak menulis tulisan ini, saya berpikir... apa judulnya...
sedikit merenung.. sampe akhirnya saya menemukan 2 kata yg kini tertera pada judulnya

pernahkah anda merasa sakit dan minum obat... coba anda cek pada kemasan obat, apa anda jumpai tulisan "efeksamping"?? beberapa obat memang mempunyai efek samping... hampir sebagian besar mungkin.

ini pengalaman indah saya hidup bersama Tuhan,
ini bukan penyakit bisul atau panu yang dioles salep beres...
sakit hati juga bukan, hanya jiwa saya merasa sakit... anda jangan berpikir bahwa saya sakit jiwa, kalau anda berpikir demikian anda juga sakit jiwa saya pikir, karena anda meluangkan waktu membaca tulisan orang sakit jiwa... ah bercanda...

jiwa saya merasa sakit, ada lubang besar di hati saya, banyak hal yang mebuat jiwa saya merasa tersakiti,
jika anda sakit kepala anda akan minum obat sakit kepala, jika anda sakit demam anda akan minum obat pereda demam.

itu yang saya lakukan ketika jiwa saya merasa tersakiti, mencari obat yang 'dirasa' tepat, tanpa resep dokter.

pagi ini... setelah 2 malam ini saya mencoba membersihkan jiwa pikiran dan hati saya, mengeluarkan kotoran yang menyumbatnya, Tuhan menjawabnya.... saya pikir haha

ya minggu pagi... saya minum obatnya... tapi apa yang Tuhan taruh dihati dan pikiran saya

"nak, setiap obat itu punya efek samping bukan??
semua orang tau obat itu membantu kamu untuk sembuh, tapi sebagian besar obat itu rasanya pahit

____gak percaya??? silakan emut bodrex.. hahhahaha :D ____

jika seseorang berusaha menyembuhkan sakit jantungnya dengan minum obat secara terus menerus, maka ginjalnya akan bermasalah bukan???
ya... obat itu membantu kamu sembuh, kamu menelannya dengan cepat sehingga kamu tidak sadar akan rasa pahitnya. dan jika kamu meminumnya terus menerus, kamu akan bertemu dengan efek sampingnya.

berbeda dengan madu,
mungkin madu yang murni itu berbau menyengat, rasanya agak masam, tapi di dalam madu itu ada kemanisan yang tahan lama, awet meski tidak di simpan di dalam pendingin,
jika kamu meminum madu mungkin akan membantu menyembuhkanmu secara perlahan,
bukankah madu itu juga membantu meningkatkan daya tahan tubuhmu dan menjaga kesehatanmu???

dan fakta medis memang berkata demikian.
apalagi jika obat itu tidak sesuai dengan resep dokter...

ketika jiwa anda sakit (jangan dibalik) siapa dokternya???
Tuhan!!

obat itu bisa saja manusia, uang, game, barang2 kesukaan atau apalah...
tapi madu itu adalah Firman-Nya...

kecap kemanisan itu... :)