Pertolongan yg tak pernah terlambat. Itulah pertolongan Tuhan.
Seringkali seseorang tak pernah tau pergumulan apa yg tengah kita hadapi. Ada masalah apa? Ada beban apa? Seringkali seseorang memanipulasi hidupnya dan membuat orang lain melihat 'bayangan semu' diatas seutas senyumnya.
Orang tidak pernah tau apa yg saya alami. Mungkin banyak diantara teman teman saya yg beranggapan saya ini pribadi cuek yg seolah tak punya beban hidup. Selalu tersenyum. Tertawa dan menghibur orang disekitarnya. Menjadi tempat berkeluh kesah. Tapi tak banyak teman saya yg sering melihat air mata saya. Bisa jadi hanya tembok kamar saya saja yg tahu hari hari dimana saya menangis tiap malam..
Saya tampak seperti seorang yang terbuka untuk urusan hal hal yg membahagiakan dalam kehidupan saya. Tapi saya tau untuk urusan pribadi saya. Pergumulan saya. Saya enggan membaginya. Bahkan pada ibu saya sekalipun.
Saya merasa sangat diberkati... Beberapa waktu lalu salah seorang teman baik saya mengajak saya untuk hadir dalam kebaktian. Posisi saya yg ada diluar kota bisa saja saya jadikan alasan untuk tidak hadir. Tapi entah kenapa ada perasaan yg membuat saya ingin hadir disana. Jadi saya putuskan untuk datang.
Ya seorang hamba Tuhan yg luar biasa. Lewat beliaulah Tuhan ingin menjelaskan banyak hal. Betapa berharganya hidup saya. Betapa Tuhan sangat mencintai saya. Sekeras apapun kedagingan saya menyangkal saya ini adalah orang yg pribadinya terluka dan butuh pertolongan tapi saya tidak membiarkan siapapun masuk dan menolong saya untuk sembuh.
Saya membiarkan orang melihat senyum. Tawa dan kebahagiaan yg saya miliki. Tak seorangpun saya ijinkan melihat 'luka' yg saya simpan cukup lama. Luka yg membuat saya menyia nyiakan hidup dan berpikir untuk mengakhirinya.
Ya saya pernah melakukanya. Saat dimana saya memacu kendaraan secepat mungkin dan berpikir mungkin akan lebih baik jika sy menghantamkanya ke arah truk atau bus yg besar. Atau mungkin menerobos palang perlintasan kereta api. Atau menceburkannya ke sungai saat melewati jembatan yg tinggi. Ya saya pernah melakukanya.
Banyak hal yg sebenarnya membuat saya cukup depresi dan frustasi. Tapi saya tak pernah ijinkan siapapun tahu.
Sampai hamba Tuhan ini datang dan memberitahu saya. Betapa Tuhan mengasihi saya dan betapa Dia mencintai hidup saya. Hidup yg sangat berharga dimataNya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar