Kamis, 09 Mei 2013

untukmu,

5 menit yang lalu masih masih terlelap dalam tidurku, tapi seketika terbangun, ada dorongan hati yang kuat kuat untuk membuka sesuatu dan membaca sedikit tentangmu, tapi Dia berkata, "sedikit salah paham saja mebuat orang lain salah fokus, kadang kamu harus memberi sebuah ruang dimana orang bisa melihat sebuah kejujuran, keadaan yg sebenar benarnya."

ya lima manit yg lalu aku masih ada disebuah tempat denganmu, aku melihat diriku yang marah dengan apa yang kamu lakukan, dengan banyak cara engkau meminta perhatianku, seolah berkata "aku tidak pernah melakukan apa yang kamu pikirkan selama ini"

ketika pertama Tuhan memperlihatkan sebuah mimpi tentangmu. aku hanya diam, tidak menolak dan tidak berkata ya. hanya diam, menjalani hariku dengan seribu tanya dihati meski diam, aku mulai belajar menerima kehadiranmu, ingin tau banyak hal denganmu.

semakin hari semakin banyak yang Tuhan lihatkan, kehidupan masalalu mu bahkan kehidupan dimana aku dan kamu dalam sebuah kebersamaan.

awalnya aku sering bertanya, protes bisa jadi, tapi lambat laun aku mulai menerima dengan hati terbuka.

hingga pada suatu waktu dimana, aku mulai merasa terluka, dan mulai protes dengan Tuhan, bukan karena aku mulai membencimu, tapi karena aku mulai menaruhmu dalam hatiku.

aku hanya merasa tertolak dengan sikapmu, merasa tertolak dengan penghakiman yang sering kau berikan.
aku hanya merasa terluka.

dan dari sanalah aku mulai membuat kebohongan-kebohongan kecil untuk mengalihkan hatiku yang pengecut, membuat banyak cerita baru dalam hidupku dan berkata aku baik-baik saja.
setiap malam aku menangis di hadapan Tuhan sambil bertanya.
"Tuhan kapan ini berakhir, apa yang bisa aku perbuat, aku mengasihinya, meski tak pernah kuungkapkan, dan itu tak penah tersadari olehnya"

sampai hari dimana aku memohon pada Tuhan, ya ijinkan aku bicara, sedikit saja
kesalahanku hari tu adalag bicara terlalu banyak,
karena ketakutanku aku bicara terlalu banyak.
tapi hari itu aku tau, ternyata apa yang aku rasakan sama denganmu
kamu merasa tertolak dengan sikapku
kamu merasa aku membencinmu, sekalipun itu tidak pernah aku lakukan.

dan ijin untuk berbicara denganmu bukan sesuatu yg diberikan dengan cuma2. ada syarat. meski karena ketakutanku sendiri aku sering melanggarnya.

semalaman penuh aku berdoa, Tuhan dengan jelas berkata "tetap bertahan nak"

mungkin kenyataan yang kulihat adalah apa yang ada dipiranku.

tapi hari ini, detik dimana aku menuliskan ini, setelah bangun dari tidurku, "tulislah, beri sedikit pengertian padanya. begitulah kamu belajar untuk membanguan pondasi imanmu. tuliskanlah, sampaikan padanya, dengan begitu kamu membuka jalan"

maaffkan aku untuk semua sikapku, angkuhku dan ketidak taatanku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar