Ini mungkin jawaban dari doaku. Dari penantianku. Atau ini adalah cara Dia mengajari aku. Bagaimana agar aku bisa mencapai tujuanku.
Entah apa yg terjadi...
Aku melihat diriku. Berpindah dari kamar satu ke kamar yang lain. Terkadang aku menenpati kamar yang rusak. Terkadang aku harus berbagi kamar dengan orang lain. Terkadang aku harus berebut dengan orang lain.
Aku melihat diriku bertengkar dengan seseorang. Dia pergi meninggalkanku. Aku melihatnya benar2 pergi. Aku mendapati kamar yang rusak penuh kotoran. Kemudian aku melihat seseorang datang menolongku. Menggendong aku dipunggungnya. Ada banyak orang disana tp hanya dia yg menolongku. Mengangkat aku dari tempat yg kotor dan menggendongku di punggungnya.
Aku melihat diriku mulai memperbaiki tembok yang retak. Menambal setiap retakanya. Menyumbat yang bocor. Mengecatnya kembali. Meskipun tidak sebagus mulanya setidaknya sudah tak ada retakan dan lubang disana.
Kemudian aku melihat orang yang meninggalkan aku. Ya aku melihatnya datang bersama orang lain. aku hanya diam menatapnya.
Kemudian aku melihat diriku masuk ke kamar yang begitu luas. Yang di kelililingi oleh kamar2 yang kecil kecil. Di sebelahku ada sebuah tirai hitam. Ada pintu diantara ruang yg aku tempati dan ruang di balik tirai itu. Aku melihat koperku ada di sebedang sana. Ketika aku hendak mengambilnya aku tau orang yg meninggalkanku ada disana. Aku diam sejenak. Kemudian aku berusaha menarik koperku yg masih tertinggal disana. Aku mulai menariknya belum sampai aku mendapatkan koperku aku melihat tangan orang yg ada dibalik tirai itu menarik tanganku. Mencoba meraihku dengan kuat. Seakan ingin menarik aku ke dalam sana. Tapi aku meronta dengan kuat untuk melepaskan diri. Aku berhasil lepas dari dia. Kemudian aku menyadari kepalaku tertutup kain yang begitu tipis sampai aku tidak sadar bahwa sebenarnya aku terselubungi. Aku berusaha menarik itu dari kepalaku. Ternyata selubung itu sangat panjang. Aku terus menariknya. Ketika tangan di balik tirai itu mencoba menarikku kembali. Aku terus meronta menarik kain selubung itu dari kepalaku. Semakin aku menariknya dan berusaha keluar seakan tak ada ujungnya. Aku terus berusaha melepaskab diri dari jerat kain selubung itu. Aku terus berteriak memanggil NamanNya. Memohon pertolongan. Sampai akhirnya aku terlepas dari kain selubung itu. Ketika kain selubungnya terlepas aku melihat pintu yang ada di depanku terbuka. Aku melihat kamar yang begitu bersih dan sangat rapi. Aku tidak melihat seorangpun disana. Tapi setelah pintunya lerbuka penuh aku lihat dari sudut yang agak gelap seseorang ada di sana. Dia beedecak jengkel mendengar keributan dan suara gaduh yg aku buat. Aku mengira pintunya terbuka sendiri tapi ternyata ada seseorang yang membukanya. Dia membukanya dari dalam.
Aku menuliskan kisah ini. Senin 21 Juli 2015. Aku menyelaikanya pd pukul 01.14AM.
Aku ingin mengingatnya. Menyimpanya dalam hatiku.
Mungkin kelak akan kubagikan dg orang lain sebagai sesuatu ug memberkati.
With Love...
