Rabu, 06 Maret 2013

SEBUAH PENGAJARAN DAN SEBUAH DIDIKAN


Sebuah pengajaran dan sebuah didikan

Saya bersyukur sebab Tuhan telah tangkap hidup saya, dipulihkan dan dimuliakan-Nya...
Dia Tuhan yg tidak tinggal diam ketika kita datang dalam doa, Dia Tuhan yg hidup, yang mengerti setiap isi hati kita, Tuhan yang memberi pengharapan dan penggenapan

Seringkali Tuhan mendidik saya dengan cara-Nya, yg kadang tidak dimengerti oleh logika manusia,
Saya begitu suka cita, ketika Dia datang dalam wujud-Nya dan mengajari saya akan banyak hal. Ini adalah sebuah pengajaran dan ini adalah sebuah didikan.
Malam itu, saya bersimpuh dalam doa, melantunkan setiap harapan dan meletakkan segala perkara hidup saya, ada damai, ada kasih.

Dilihatkan-Nya pada saya bahwa orang yang tinggal percaya ibarat manusia yang pergi dengan becak. Becak itu berjalan karena ada kaki yang mengayuhnya, dan berbelok saat ada tangan yang membelokkannya. Yang menghindarkan kita dari lubang dan gundukan di jalanan, supaya kita tetap aman dan sampai ke tujuan.
Dialah Tuhan yang mengayuh langkah hidup kita, supaya kita tidak berjalan dengan kaki kita, membenarkan kemampuan dan kekuatan diri sendiri, supaya kaki kita tidak terantuk kepada batu dan tidak terjerembab dalam kubangan. tanganNya menuntun arah hidup kita, supaya kita mencapai destiny yang sudah ditetapkan-Nya.

Lalu diperlihatkanya pada saya sebuah banjir besar yang menenggelamkan sebagian besar daratan...
Disana ada 2 anak perempuan yang berdiri di pinggiran banjir, dan seketika banjir itu menyambar keduanya dan menyeret mereka ke dalam arus, keduanya  berteriak minta tolong. satu diantaranya, Anak perempuan yang lebih besar berusaha melawan arus dan menggapai daratan tp dia semakin tenggelam, sementara yg kecil begitu pasrah sampai terseret air dan hampir tenggelam, tetapi  saya melihat tanganNya menggapai yang hampir tenggelam dan mengangkatnya naik ke daratan.

orang yang merasa dirinya besar adalah mereka yang merasa memiliki kemampuan dan kekuatan untuk menyelamatkan dirinya, membenarkan kekuatan sendiri. Tapi mereka yang berserah adalah mereka menggantungkan harapan pada Tuhan, dan saat itulah ada Tangan Mahakuasa yg memberikanya pertolongan .

Setiap badai, setiap kesukaran dalam hidup kita, bukankah Dia Tuhan yg Maha memberi pertolongan?

Kemudian saya ada di sebuah tim.. yang masuk dalam permainan labirin besar.
Dari setiap ruangan dalam labirin itu ada rintangan yang harus dilewati dan setiap rintangan ada petunjuk bagaimana mengalahkannya.

Saya dengan tim saya mulai masuk dalam lorong panjang, dan rintangan pertama adalah monster kecil yang menyerupai gumpalan debu dan abu serta asap hitam.  Petunjuknya adalah, 

“kamu butuh cinta dihatimu untuk bisa mengalahkanya”.

Monster itu berteriak dengan geraman dan mulai menghampiri satu persatu dari kami, beberapa orang di tim saya mulai gusar dan mencoba mengalahkanya, semakin mereka geram monster itu menjadi semakin besar dan melahap mereka satu persatu. Dan ketika monster itu ada dihadapan saya, hal pertama yg saya ingat adalah petunjukknya. “kamu butuh cinta” mulutnya menganga siap menerkam,  saya menenangkan hati saya dan tersenyum, saat itulah monster dihadapan saya mengecil dan menghilang.

Monster itu menggambarkan amarah dalam diri kita, saat amarah itu menguasai kita, dan kita semakin gusar maka semakin membesar pula amarah itu, tapi saat kita menenangkan hati, memiliki cinta bagi sesama maka cinta dan kasih itulah yang membuat kita mampu mengalahkan setiap amarah dalam hidup kita.

ruangan berikutnya adalah jalan setapak, di depan kami ada sebuah parit yang cukup dalam, tidak terlalu lebar, tapi cukup dalam menyerupai jurang... dan kata kuncinya

“milikilah ketetapan hati, dan keyakinan yang kuat untuk melangkah, kamu yang ragu akan jatuh”

jalanan setapak dengan tepian jurang... dan saat mendekati parit itu beberapa orang dalam tim saya mulai terpelanting dan jatuh.... saya mulai ketakutan, saat sampai di tepian parit ada angin kencang seperti badai, saya mulai terhuyung tapi sekali lagi saya mengingat kata kuncinya, saya mulai percaya bahwa saya bisa melewatinya, saya melangkah dan melompati parit, yup... sampai keseberang.

Ketika seseorang menghadapi kemelut hidup, ibarat sedang berjalan di jalanan kecil yang dikelilingi jurang, salah langkah saja pasti jatuh, saat badai menerpa hidup kita seringkali kita menjadi tawar hati dan hilang percaya, kita tak pernah mengerti bahwa dalam diri kita ada kekuatan besar, dan kekuatan itu akan semakin kuat saat kita memiliki hati yang percaya.

Kemudian saya menutuni anak tangga yang panjang dan curam, di depan saya ada sebuah dinding besar dan tinggi... petunjuknya adalah... 

“lompati atau terobos" 

dalam hati saya tidak yakin bisa melompatinya karena itu sangat tinggi, saya melihat beberapa orang di depan saya yang melompatinya berhasil , tapi sebagian besar dari dari mereka terpelanting jatuh, dan beberapa orang yang menerobos hampir semuanya terpelanting jatuh setelah mengalami benturan keras. saya mencoba menerobosnya. Dinding itu tidak goyah sama sekali, padahal saya mengalami benturan yang cukup kuat. Saya berhenti dan mulai berpikir bagaimana melewatinya, tanpa sadar saya menemukan petunjuk lain di dinding itu. Ada tulisan 
“ dua orang sebelum kamu sudah berhasil menerobosnya, mereka memberikan jalan bagimu lewati jalan atu dan kamu akan berhasil”
saya mulai melayangkan pandangan ke setiap sisi dinding... ya ada sebuah lubang kecil disana, saya meyusup masuk dan saya melewati dinding besar itu.

Seringkali dalam hidup orang terlalu fakus pada pandangan pribadi karena merasa tahu, keyakinan diri yang luarbiasa, membuat kita membutakan diri pada petunjuk berikutnya, mereka yang melompat dan melewatinya dg selamat adalah mereka yang tinggal dalam kasih karunia Allah, dan itu tidak terjadi pada kebanyakan orang, hanya sebagian kecil, tapi ada beberapa orang yang memeliki kasih karunia yang mampu menerobos dan memberi jalan keselamatan pada orang lainya, mereka adalah pemimpin yang maju untuk menerobos, sering kali kita terlalu fakus dengan diri kita dan meresa tidak membutuhkan orang lain dalam hidup kita, itulah kesombongan manusia, jalan itu bukanlah jalan yg bisa kita lewati dengan tegak berdiri, untuk melewatinya harus jongkok bahkan merangkak, itulah kerendahan hati. sejatinya kita membutuhkan orang lain yang menggerakkan dan menguatkan kita di dalam Tuhan.

Setelah saya melewati tembok itu tibalah saya di pintu keluar, sayangnya disana ada dua pintu... tidak ada petunjuk, saya memutuskan untuk masuk ke pintu sebelah kanan, tapi sayangnya setelah saya menyusuri lorong itu adalah jalan buntu, saya tidak bisa menembuskanya karena ujungnya adalah dinding baja, kemudian saya berbalik, keluar dari pintu yang kanan dan menuju pintu yang kiri dan saya berhasil keluar dari labirin itu.

Seringkali dari kita salah mengambil keputusan, yang tanpa sadar membawa pada jalan buntu. Banyak dari kita sibuk mendobrak dan menerobosnya, tapi tidak banyak orang yang mau berbalik kembali untuk memperbaiki kesalahanya. Sehingga dia bisa keluar dari permasalahanya dan menang.

Ya saya berhasil memenangkan rintanganya, kemudian datang kereta yang membawa semua tim... termasuk tim saya. Saat saya menjumpai tim saya, mereka memandang saya dengan dingin, seorang dari mereka berkata  “ satu kemenanganmu tidak bisa menyelamatkan kami semua”

Sebuah keberhasilan dan sebuah kemenagan tidak akan berarti apa-apa jika itu tidak berdampak bagi orang lain, kemenangan sejati adalah ketika kita memberi invest, memberi impartasi untuk orang-orang disekitar kita, maka kemenangan itu bukan untuk diri sendiri, tapi kasih itu yang membuat kita berkemenangan untuk banyak jiwa.

Inilah pengajaran dan inilah didikan J
  

1 komentar: