Rabu, 25 Juli 2012

SEPENGGAL PARODI JODOH : Keputusan adalah pilihan, dan pilihan adalah keputusan


SEPENGGAL PARODI JODOH : 
Keputusan adalah pilihan, dan pilihan adalah keputusan

Parody jodoh emang tiada duanya…
Dari yg aneh, lucu, menjengkelkan.. yg ga masuk akal juga banyak.

Setelah saya melewati banyak hal, mendengar banyak cerita dari banyak orang yg pernah singgah dalam hidup saya, dan belajar mengenal hati Tuhan, belajar mendengar suaraNya dalah setiap langkah hidup saya… hmmm AMAZING… betapa parody perjodohan kerap kali terjadi sebelum kita menemukan pasangan hidup yang sejati…

Anda boleh tertawa membaca tulisan ini, atau anda akan menertawakan diri anda dan berkata dalam hati “ya itu saya, saya orangnya” atau bahkan anda akan berkata “ah… omong kosong” so… semua tergantung dari sudut pandang anda… bagaimana anda memberikan respon.

Ketika beberapa teman bercerita tentang hubungannya dg pasanganya, saya berpikir… 

hmm bagaimana bisa Tuhan menciptakan bentangan labirin perjodohan manusia sampai begitu rupa.

Seorang teman berkata pada saya, bahwa dia akan menikahi pacarnya dalam waktu dekat ini, tapi dalam pertemuan kami berikutnya dia sudah menggandeng pacar baru, saya bukanya sok kepo, dari pada saya bertanya pada teman lain mending saya bertanya langsung ke yg bersangkutan [jgn bilang… layangan kaliii sangkutan :D ] dia hanya menjawab, aku sudah bosan dg dia yg terlalu banyak menuntut, buat apa aku pertahanin…

Seorang teman lain yang patah hati dengan pacar pertamanya, karena sekalinya dia pacaran malah di selingkuhi “mungkin kalo aku punya banyak pacar dan punya mantan pacar lebih banyak, aku akan tahu mana yg benar2 mencintai aku”

Seorang teman lain memutuskan untuk membawa hubungan mereka ke jenjang pernikahan. Dan mereka menikah, tetapi pada akhirnya mereka memilih bercerai karena merasa tidak puas dg keberadaan pasangannya…

Seorang teman lain memutuskan tidak mau pacaran, sambil tiap hari berdoa agar Tuhan mempertemukan langsung dg jodohnya, daripada pacaran sana sini belum tentu jodohnya
Seorang teman lain, Karena saat pacaran tidak pernah menemukan pasangan yg menurut dia sepadan untuk dijadikan suami [menurut pandanganya], memilih untuk dijodohkan saja

Seorang teman lain sudah pacaran bertahun-tahun dan hubungannya ditentang orang tuanya, ada yg nurut, ada yg kabur, ada yg nekat menganiaya diri sendiri

Atau seorang teman lain yg tidak masalah pacaran dg yg beda keyakinan, walaupun pada akhirnya mereka menyebut keyakinan itu sebagai masalah.

Banyak hal, banyak kisah, banyak pilihan, yang membawa anda dalam kondisi dimana anda dan saya harus mengambil keputusan

Keputusan itu adalah pilihan, dan pilihan itu adalah keputusan *kata saya :D

Ketika kita bertemu dg orang2 disekitar kita banyak dari kita yg mulai memilih, kira2 yg mana?? Yg layak, yang pantas, yg sepadan untuk dijadikan pasangan hidup kita, dan keputusan itu diambil ketika kita menjatuhkan pilihan.

Pilihan itu ada yg berhasil ada juga yg membawa anda dan saya pada kegagalan.
Beberapa saat saya termenung, ketika seorang teman baik saya meninggalkan saya dengan alasan “seragam kita beda” saya sangat menghargai keputusanya, biarpun disisi lain saya sangat kehilangan dia sebagai sosok teman untuk saling berbagi dan mengisi kehidupan.

Ketika itu saya memutuskan, bahwa apapun pilihan hidupnya saya akan tetap mendukung dia karena bagi saya dia adalah teman yg baik

Ketahuilah ketika anda memutuskan untuk memilih MANA pasangan hidup anda, jgn lupa TUHAN jg sudah memilih dan memutuskan.

Disini anda dan saya kembali harus memilih dan memutuskan. Apakah anda akan memutuskan sejalan dengan pilihan Tuhan atau tidak.

Semua itu membuat saya tersadar akan arti sebuah JAMINAN. Jika saya memutuskan untuk sejalan dengan pilihan TUHAN apapun yg terjadi dalam hidup saya, saya percaya bahwa Tuhan akan menjamin, jika saya ngotot memutuskan pilihan saya atas dasar logika manusia maka jika pilihan itu tidak sejalan dg pilihan Tuhan siapa yg hendak menjalinya kelak.

So pilihlah keputusan yg tepat, dan ambillah keputusan dengan pilihan yg tepat J

Minggu, 22 Juli 2012

SEPENGGAL PARODI JODOH


PARODI JODOH
~Tuhan lebih tahu dari pada ibu atau nenek~

Drama perjodohan sering kali menyapa hidup kita tanpa kita sadari
Ini adalah sepenggal parody yang terjadi dikeluarga besar saya
Atau sebut saja siapa yang makan nangka siapa yang kena getahnya lebih jelasnya siapa yang bertingkah siapa yang kena damprat… itulah gunanya ada istilah korban huwehehehe

Jadi ketika saya dan sepupu saya menyaksikan iklan televisi yg berkata “ALWAYS ON” yang diterbitkan oleh salah satu provider, kami hanya bisa tertawa cekikikan… think again… berpikir ala 'always on' atau ikut nenek bilang

Parody  perjodohan kadang rumit, menjengkelkan dan menggelikan. Tapi ketika kita mencerna dan menjalaninya dengan ikhlas everything gonna be okay ß kata saya

Ketika saya bertanya pada ibu saya “mama pengen mantu kaya apa”

Ibu saya hanya menjawab “yang penting” mau dan bisa di ajak hidup bersama, gak Cuma ganteng wajahnya tapi juga kelakuanya --à think again…. Always On???  hahahaha :D

Ketika om saya menikahi seorang gadis asal “ujung” jawa timur dengan perjalanan 14 jam dari rumah kami, -kebetulan saja waktu itu jalanan macet berhubung masih mudik lebaran, yg harusnya 14 jam jadi hampir 20 jam-

Dalam kemacetan panjang Ayah saya berkata “nanti kamu kalau cari suami jangan jauh-jauh ya… nganterinya capek apalagi kalo macet kaya gini”

Sambil tertawa saya menjawab “ntar nyari anak tetangga saja, kalo bisa yg depan rumah jadi ntar pas acara nyewa tendanya bisa barengan” spontan Ibu saya ketawa terbahak-bahak, kemudian berbisik kepada saya “kalo jodoh boleh milih atau boleh nawar, mama nggak mau sama bapakmu” dan kali ini gantian saya yang cekikikan… ya. Saya tau pas jaman muda ayah saya terkenal playboy dan sok ngartis, buat ibu saya itu menyebalkan.

Sketsa lainya ketika nenek saya yang mencarikan jodoh buat kakak saya, dari mulai menyambangi dukun sampai kyai… :D atau sodara perempuan saya yang tidak diijinkan menikah dengan pacarnya kemudian bilang pada orang tuanya bahwa dia telah hamil, kenyataanya dia benar2 hamil setelah menikah dua tahun

Atau sebuah standarisasi persukuan. Nenek saya mencoba untuk berkata pada sepupu laki-laki saya yang kuliah di bandung “jangan cari istri orang sunda… matre and the bla and the bla… “

Parahnya ketika para ibu di keluarga besar kami mendapati menantu laki-laki tidak bekerja, atau pilih-pilih pekerjaan padahal dia harus menafkahi anak dan istrinya. Maka kena dapratlah semua anak gadis yang belum menikah di keluarga kami. “kalo cari suami jangan Cuma lihat gantengnya, atau anaknya orang kaya, “yang penting” mau kerja keras dan tanggung jawab sama keluarganya and the bla and the bla :D

Suatu ketika saya berpikir, mau diapa apain kalo sudah jodoh ya bakal ketemu
Jodoh tidak bisa ditawar ataupun dibelokkan, mau belok kanan kiri pun kalau sudah jodoh ya ujungnya ketemu juga.
Saya belajar satu hal dari ibu saya, menerima pasangan hidup apapun adanya dia, tanpa syarat dengan hati yang rela, apapun yang terjadi, berapapun banyak ujian, akan ada banyak alasan untuk tetap bertahan hidup dalam kesetiaan J

Jumat, 13 Juli 2012

KEMANA DAN BAGAIMANA HARUS PERGI

Catatan Harian Tabita
pagi yg damai dalam kasih Tuhan
dimana Dia menyatakan diriNya dg segala kemulianNya

KEMANA DAN BAGAIMANA HARUS PERGI
~ jika anda mengamati susunan bahasanya .. mungkin itu tidak tepat, saya tidak ingin anda hanya melihat dari kesan pertama yg tampak tapi lihatlah apa yg ada di dalamnya hehe "D ~

hari hari ini saya mengalami keadaan yang membuat saya begitu lemah dan terluka.
setahun yg lalu saya [mungkin] dalam kondisi yg paling bahagia, 1 april, kekasih saya melamar saya. bagi banyak wanita ini adalah momen yg membahagiakan... tapi tahukah anda perasaan saya waktu itu..
saya tidak bahagia, saya tidak damai sejahtera... itu bukan sebuah syndrome ketakutan .... tp keadaan dimana saya merasa bersalah terhadap banyak orang yg ada di ruang tamu rumah saya.

jauh hari sebelumnya.. ketika saya melewati hari-hari saya bersama kekasih saya , betapa seringnya Tuhan berkata.. "bukan dia, bukan dia nak.." buat saya itu adalah kondisi yag membuat saya dalam kondisi tertekan. saya menemukan seseorang yang mengasihi saya dengan tulus, penuh pengertian dan seseorang yg berusaha memberikan kebahagian kecil untuk hidup saya.

dalam setiap doa, saya serahkan semuanya dalam Tangan Tuhan, apapun yg terjadi biar semua dalam rancangan Tuhan. saya hanya tidak tahu bagaimana caranya untuk mengatakan pada kekasih saya bahwa saya menginginkan hubungan kami berakhir.

yg terjadi berikutnya adalah ketika Tuhan menyeret saya untuk memulai pelayanan gereja, bukan berarti saya belum masuk pelayanan, saya sudah masuk pelayanan, hanya saja di departemen yg berbeda. untuk kali itu saya merasa Tuhan sudah pegang saya kuat2 dan siap menyeret saya kemanapun Dia mau. ya Tuhan berhasil membuat saya melangkah seperti yg dia mau.

saya datang ke persekutuan doa. saya akui, awalnya saya takut, walaupun saya sedikit mengenal tentang sistem kerja departemen ini, saya merasa tidak siap untuk bisa mengawalinya, karena saya tau dimana kemampuan saya.

ketika kami mulai berdoa dan menyembah Tuhan, betapa kagetnya saya sebab dengan jelas Tuhan berkata kepada saya "nak, jodohmu ada disini".. seketika itu saya langsung terdiam. membuka mata saya dan memutar pandangan saya ke semua wajah yg memenuhi ruangan tempat kami berdoa.
saya terdiam cukup lama sebelum akhirnya saya mulai ikut penyembahan lagi.

tidak hanya masuk dalam pelayanan saja, Tuhan membawa saya masuk lebih dalam dengan lingkungn baru saya.

hari itu saya seperti orang yg hilang akal. merasakan sakit  dan sesak yg luar biasa, dan setiap melihat kekasih saya, saya bertanya pada diri saya. bagaimana aku mengatakan itu padanya.

hampir 2 bulan saya bungkam, hari2 saya dipenuhi banyak pertanyaan, yg membuat saya terus melekat pada Tuhan sebab saya tidak tahu saya harus bagaimana. bahkan setiap hari saya harus berangkat ke tempat saya bekerja dengan mata yg sembab karena menangis semalaman. hati saya terus saja bertanya, yg mana Tuhan.

saya adalah manusia normal seperti kebanyakan orang. "tidak sabaran' dengan jawaban Tuhan.
penghujung juni tahun lalu, ya Tuhan menunjukkannya, dimana ketika semua orang berdoa dengan keras, Tuhan menghampiri saya dan menunjukkanya.
saya melihat sebuah ruangan besar, dengan langit2 yang indah... dan di ujung ruangan saya melihat seseorang berdiri membelakangi saya, saya hanya melihat punggungnya. saya mulai berjalan perlahan dan menoleh ke kanan dan ke kiri, dari ruangan yg sepi menjadi banyak orang, saya melihat seorang ibu yang menggandeng tangan saya memasuki ruangan itu, saya berjalan berlahan, hingga sampai di ujung ruangan, tepat di belakang pria yg  berdiri membelakangi saya. dia membalikkan tubuhnya dan saya melihat wajahnya dengan jelas, wajah yg saya kenal.

yg saya tau saat itu, hati saya merasakan sakit yg luar biasa, saya tersungkur, semuanya terasa berat, disisi lain saya bersukur, disisi lain saya tidak tahu harus berbuat apa. saya hanya berkata " kalau memang benar dia orangnya, beri peneguhan Tuhan, jgn biarkan aku salah orang lagi, karena aku tidak ingin berjalan diluar kehendakMu"
dan ketika masuk khotbah, Tuhan menyebutkan namanya, dengan jelas dia menunjukkan nama memalui ayat alkitab yg dibacakan oleh gembala sidang saya. dan sepanjang sisa kebaktian itu  say tidak bisa berhenti menangis.
hari berikutnya, ketika saya masuk ke sesion panggilan, gembala saya berkata " tugasmu adalah melupakan masa lalu, mempelai itu melupakan masa lalu"

yang terjadi berikutnya adalah setiap kali saya bertemu dengan pria pilihan Tuhan itu, entah mengapa rasanya ingin menangis.

dan ketika saya dalam sebuah perjalan pulang dari rumah kekasih saya Tuhan bicara dengan Tegas, "berhenti nak, waktumu sudah habis, berhentilah.." saya tahu Tuhan menginginkan saya untuk menyudahi hubungan saya dengan kekasih saya.

pertengahan agustus, ketika saya tidak punya kesanggupan lagi, saya ceritkan semuanya kepada kekasih saya, dan saya berkata padanya, untuk mengakhiri hubungan kami, saya bersyukur dia mau mengerti, walaupun pada awalnya dia protes, keadaan itu membuat dia membenci saya, karena september nanti kami akan mengadakan syukuran dengan keluarga besar.

saya lewati hari2 saya seperti orang yg hilang arah, sampai pada akhirnya saya menyerah, dan berkata "apa yg harus aku lakukan sekarang Tuhan... kenapa hatiku begitu menderita" dengan penuh kasih dia hanya menjawab " Tenanglah, dan duduk diamlah... sesab semuanya akan baik2 saja"

saya benar2 belajar mencintai dia, setiap bertemu dengan nya saya berkata dalam hati saya "aku mengasihi engkau.. dan sangt mengasihi engkau"
hahaha... anda mungkin tidak pernah tahu betapa menyebalkanya dia...
dan sejak hari itu setiap kali menutup mata, Tuhan memperlihatkan bagaimana perjalanan Hidup saya dengan dia, setiap tantangan, setiap hambatan Tuhan memperlihatkannya dengan jelas,
dan ketika saya mengalami kesesakan Dia selalu berkata "tunggulah, tunggu sebentar nak, biar aku pakai engkau untuk memdidik dia dan dia untuk mendidik engkau"

setahun berlalu dan seperti yang Tuhan pernah tunjukkan pada saya tentang kehidupan masa mudanya. bagaimana kehidupan dia... ajaib...

hari hari ini saya terlalu lelah, kakuatan yg saya himpun roboh, cinta yg saya tanam dan bertunas sering di injak, dan saya memilih menghindar untuk beberapa waktu...

saya memang menemukan kebahagiaan kecil dengan keadaan saya sekarang, saya menemukan teman yg mendukung saya, menyayangi saya, tapi suara Tuhan terus saja menginginkan saya kembali... dan saya tidak punya daya untuk kembali.

hmmmm :)

banyak orang yg tanpa dia sadari mendesak Tuhan untuk memberikan jawaban atas masalah dan pergumulan hidupnya... tapi tak jarang juga dari mereka yg tidak siap dengan jawaban dan tidak siap menghadapi tantangan...

bahkan sampai detik ini saya masih bertanya Tuhan kemana dan bagaimana aku harus pergi... ??