Selasa, 27 Mei 2014

Selasa, 27 mei 2014

Yesaya 35:4 Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati: "Kuatkanlah hati, janganlah takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan dengan ganjaran Allah. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu!"

amin...

Senin, 26 Mei 2014

Pertolonganya tak pernah terlambat

Pertolongan yg tak pernah terlambat. Itulah pertolongan Tuhan.

Seringkali seseorang tak pernah tau pergumulan apa yg tengah kita hadapi. Ada masalah apa? Ada beban apa? Seringkali seseorang memanipulasi hidupnya dan membuat orang lain melihat 'bayangan semu' diatas seutas senyumnya.

Orang tidak pernah tau apa yg saya alami. Mungkin banyak diantara teman teman saya yg beranggapan saya ini pribadi cuek yg seolah tak punya beban hidup. Selalu tersenyum. Tertawa dan menghibur orang disekitarnya. Menjadi tempat berkeluh kesah. Tapi tak banyak teman saya yg sering melihat air mata saya. Bisa jadi hanya tembok kamar saya saja yg tahu hari hari dimana saya menangis tiap malam..

Saya tampak seperti seorang yang terbuka untuk urusan hal hal yg membahagiakan dalam kehidupan saya. Tapi saya tau untuk urusan pribadi saya. Pergumulan saya. Saya enggan membaginya. Bahkan pada ibu saya sekalipun.

Saya merasa sangat diberkati... Beberapa waktu lalu salah seorang teman baik saya mengajak saya untuk hadir dalam kebaktian. Posisi saya yg ada diluar kota bisa saja saya jadikan alasan untuk tidak hadir. Tapi entah kenapa ada perasaan yg membuat saya ingin hadir disana. Jadi saya putuskan untuk datang.

Ya seorang hamba Tuhan yg luar biasa. Lewat beliaulah Tuhan ingin menjelaskan banyak hal. Betapa berharganya hidup saya. Betapa Tuhan sangat mencintai saya. Sekeras apapun kedagingan saya menyangkal saya ini adalah orang yg pribadinya terluka dan butuh pertolongan tapi saya tidak membiarkan siapapun masuk dan menolong saya untuk sembuh.

Saya membiarkan orang melihat senyum. Tawa dan kebahagiaan yg saya miliki. Tak seorangpun saya ijinkan melihat 'luka' yg saya simpan cukup lama. Luka yg membuat saya menyia nyiakan hidup dan berpikir untuk mengakhirinya.
Ya saya pernah melakukanya. Saat dimana saya memacu kendaraan secepat mungkin dan berpikir mungkin akan lebih baik jika sy  menghantamkanya ke arah truk atau bus yg besar. Atau mungkin menerobos palang perlintasan kereta api. Atau menceburkannya ke sungai saat melewati jembatan yg tinggi. Ya saya pernah melakukanya.

Banyak hal yg sebenarnya membuat saya cukup depresi dan frustasi. Tapi saya tak pernah ijinkan siapapun tahu.

Sampai hamba Tuhan ini datang dan memberitahu saya. Betapa Tuhan mengasihi saya dan betapa Dia mencintai hidup saya. Hidup yg sangat berharga dimataNya.

Kamis, 08 Mei 2014

Ucapan Kutuk

Pernahkah anda mengutuki sesuatu?? Ya saya pernah...

Beberapa tahun lalu saya di didik Tuhan disebuah tempat. Sebuah tempat dimana saya berpikir bahwa kasih sayang, menghargai, menghormati itu mahal harganya.
Tempat dimana kepercayaan dan kredibiltas sangat mudah untuk dilukai. Tempat dimana orang orang yang punya hati nurani merasa dikepung pasukan berpedang.

Saya pernah merasa punya jasa. Saya merasa bisa mengerjakan banyak hal. Saya merasa banyak membantu. Saya merasa...

Banyak hal saya lupakan. Semua pencapaian saya. Apa yg bisa saya kerjakan adalah karena anugrah Tuhan. Karena saya dimampukan. Karena Tuhan yg pilih saya. Ditempat itu saya belajar banyak hal. Menemukan keluarga baru. Menemukan teman dan sahabat baru. Belajar memberi tanpa pamrih. Ya saya lupa itu.

Beberapa waktu lalu salah seorang teman lama saya meminta bantuan saya untuk kembali kesana dan mengerjakan beberapa hal. Tapi sebelum saya mengiyakan saya minta waktu sebentar.

Saya berdoa. Saya bertanya apa sebaiknya saya kembali atau tidak. Saya pernah merasa marah dan pergi darisana. Ada beberapa teman satu team saya juga mengambil langkah yg sama.

Saat saya berdoa nurani saya berbisik...
"kenapa kamu ingin kembali le ladang dimana kepadanya kamu pernah berucap kutuk"
Ya... Sebelum pergi saya sempat marah. Melepaskan kata-kata kutuk pada tempat itu. Menyimpan kenangan pahit. Tapi sekarang saya berniat untuk kembali lagi ke sana.

Saya memang bukan Tuhan yg kata katanya punya kekuatan... Tapi disisi lain juga bisa membinasakan. Saya hanya manusia biasa.

Tapi hari ini saya belajar. Untuk bisa mengendalikan diri saya. Menjaga kata-kata saya dari hal-hal yg tidak baik. Menyadari bahwa Tuhan adalah sumber dari kekuatan dan kemampuan.

Saya belajar untuk bisa menerima didikan apapun dari Tuhan. Sebab berkat itu datangnya tak bisa diduga. Bahkan dari hal hal yg tidak kita sukai.. :)