susah... belepotan, dan kadang jengkel juga dengan bijinya.
ini moment makan siang saya yang menyenangkan, sepertinya saya tengah makan siang sendiri, di tempat asing, tidak, ada pribadi yg begitu hangat ada bersama saya.
moment makan semangka...
setelah saya selesai dengan makan siang saya, dan mengakhirinya dengan sepotong semangka yg cukup besar.
gigitan pertama tidak masalah tetapi semakin lama semakin susah digigit, karena semakin dalam dan tebal, dengan ujung kanan kiri yang bisa membuat pipi saya belepotan, tapi entah suara dari mana yang tiba-tiba muncul. saya tau saya sedang sendirian.

"nak, makan semangkamu pelan-pelan"
terkadang hidup anda dan saya seperti moment makan semangka ini, awalnya mungkin tidak terlalu sulit, anda dan saya bisa mulai menggigit dari bagian manapun.tapi ada bagian diamana anda akan merasa sedikit kesulitan untuk memakanya.
tapi apa iya anda akan berhenti makan semangka??
saya tetap memakanya sampai habis.
saat makan semangka ada saat dimana anda kesulitan menggigitnya, ada kalanya anda dan saya harus berhenti sebentar dan menghalau biji-bijinya, dengan sabar anda dan saya mengeluarkanya satu persatu, sehingga anda dapat menyelesaikan makan semangka tanpa tersedak oleh bijinya. meski terkadang masih ada yang tersisa saat anda mengunyah, ini membuat anda dan saya harus berhenti sebentar untuk mengeluarkanya dari mulut kemudian membuangnya.
atau sebelum memakanya anda bersihkan bijinya, mengambil pisau, dan memotongnyakecil kecil.
meskipun tidah memungkiri masih ada biji yang tidak terjangkau oleh mata anda karena dia ada di dalam dalam daging buah.
atau ada orang lain yang bersedia membersihkanya dan memotongnya untuk kita.
ya... hidup kita kadang kita mulai dengan tanpa masalah, tapi masalah itu bisa muncul ditengah perjalanan. seperti biji itulah penghalang2 dalam langkah kita, tapi kita berheti sejenak dan bersabar untuk menghilangkanya, membuangnya satu persatu, atau kita belepotan, lengket dan kotor, bukankah disana ada sapu tangan atau tisyu untuk menyekanya.
setiap masalah kadang bisa membuat kita terhenti, namun sebaiknya tidak berhenti, hanya terhenti sesaat untuk melaluinya, dan menghalaunya pergi, jika merasa lelah belepotan dan rendah diri, bukankah disana ada pengharapan untuk menyeka setiap peluh dan menghilangkan setiap kotoran yang ada di pikiran dan hati kita.
atau anda dan saya harus berjuang keras pada awalnya, menyiapkan banyak hal, meski kadang masih ada saja masalah di tengah jalan.
dan ada kalanya Tuhan dengan penuh cinta membereskanya buat anda dan saya.
dengan demikian anda dan saya menghabiskan semangka itu dan selesailah perkara,
finish!!!