~ hidup adalah anugrah .. nikmati prosesnya dan temukan segala sesuatu yg membuatmu tak henti hentinya berucap syukur ~
Selasa, 12 Mei 2015
The Little Gift from Heaven
Tulisan ini mungkin salah satu lembaran yang kelak akan kubuka ketika aku mengalami masa kesesakan. hari dimana aku mengalami banyak hal. bagaimana seseorang menolongku melewati masa kesesakanku. Dia mungkin tidak pernah tau.
Desember 2014
Masa paling menyesakkan, selah semua oksigen di semua tempat mulai habis. peralihan tanggung jawab. sebuah departemen yang penuh dengan orang2 yang bekerja dibalik layar. orang2 yang kinerjanya tidak terlihat. departemen yang bekerja untuk kenyamanan kerja banyak orang.
aku mulai kehilangan banyak teman. mulai merasa dihimpit banyak kesesakan. berawal dari peralihan tanggung jawab yang terlihat seperti podium kekuasaan yang di ingini banyak orang.
Januari 2015
awal dari semua kesesakan, dengan tanggung jawab besar, menjadi sendi dari setiap sistem pergerakan sebuah divisi.
ya Infrastructure Department. berapa banyak orang yang mau bekerja disini, menghabiskan waktunya melayani permintaan banyak orang. atau lebih terlihat seperti tempat nongkrong orang2 R&D dan orang2 IT, departemen yang bekerja tanpa terlihat, departemen yang menampung semua tuntutan antar bagian.
aku mulai lelah dengan semua tuntutan kerja, aku mulai menimbun banyak sampah, mulai temperamental, mulai sering marah, jadi penggerutu.
Febuari 2015
dari semua tempat yang mulai menyesakkan aku butuh tong sampah, untuk mengucapkan banyak keluhan kekesalanku, atau mungkin lebih tepatnya tempat agar aku bisa memaki banyak orang.
tempat aku mengeluarkan semua amarahku tanpa seorangpun yang tau
ya aku menemukanya... aku mulai menumpahkan kekesalanku
tapi bukan hanya itu, aku menemukan sesuatu yang lain. aku menemukan seseorang, untuk alasan apa dan untuk tujuan apa dia ada disana. diwaktu yang sama di tempat yang sama. aku mengenalnya.
entah bagaimana aku mengenalnya, entah bagaimana aku dekat dengannya, entah sejak kapan dia memberikan banyak pengaruh dalam hidupku,
jika bisa dikatan iseng2 berhadiah mungkin aku sedang beruntung karena aku menang lotre.
aku menerimanya menjadi bagian dari hidupku. membiarkanya masuk. dan mulai menikmati kehadiranya.
seperti sumber semangat, dia menjadi teman saat aku duduk di balik meja kerjaku, setiap telephon selulerku berbunyi aku berharap itu dia, bukan tugas baru pimpinanaku, bukan sub bagian dg segala keruwetannya, bukan departemen lain yang minta fasilitas, bukan juga koordinasi kerja. tapi seseorang yang menayakan kabarku, bagaimana keadaanku, apa yang sedang kulakukan, dan membuatku tersenyum.
disaat semua orang menuntut aku sebagai pribadi yang sempurna, ketika semuanya harus dikerjakan dg perfect dia seperti obat yang membuatku lupa, berapa jam aku harus bekerja ekstra. mesku aku pura2 acuh, setiap kali aku melirik telpon genggamku, menunggu dia ada untuk mengobati semua kekesalanku.
entah sejak kapan aku jatuh hati padanya, sejak kapan aku merasa hariku kurang jika dia tidak ada, aku tidak melihatnya secara fisik, tapi dia banyak mempengaruhiku secara emosional.
banyak hal aku yang lewati, sampai aku merasa nyaman denganya. tetapi perasaan itu mulai salah, sejak rasa nyamanku dengannya berubah menjadi ambisi. ambisi menjadikanya sebuah "milik"
itu jelas sesuatu yang salah.
jauh sebelum aku mengenalnya dia adalah pribadi yang bebas.
tapi dalam waktu 3 bulan dia seperti alat untuk memprosesku.
sejak mengenalnya aku terus mengalami berbagai hal.
dia orang yang mengajariku bagaimana melepaskan diri dari kurungan pikiranku sendiri.
dia yang membuka paradigma bahwa seseorang yang mengasihimu itu bukan yang memanjakanmu dengan zona nyamanmu. tetapi tau bagaimana memangkas semua keburukanmu.
bersamanya aku tidak perlu menjadi sempurna, aku tidak perlu berpura-pura menjadi orang lain untuk terlihat sempurna. orang yang membuatku nyaman meski dia tau banyak kekuranganku. yang tetap memberiku kesempatan meski aku sering mengecewakanya.
dia yang menyadarkanku bagaimana menghargai perasaan orang lain,
aku mulai sadar
kapan aku bisa merespon orang lain dengan baik
kapan aku mulai dingin dan mengacuhkan banyak orang yang mencoba dekat denganku.
kapan aku berhenti peduli dengan perasaan orang lain.
aku sudah membekukan diriku selama 3 tahun. aku membiarkan lapisan es yang dingin menyelimuti hatiku..
ketika orang lain berusaha mencairnya pelan2 dan perlahan dia menemukan titik kelemahanku,dan menghancurkannya dalam sekali pukul. sakit? pasti.
tapi dia mampu melakukan pekerjaan orang lain selama 3 tahun dan sia-sia
dia melakukanya dalam 3 bulan.
Dia tidak tau selama bersamanya dia merubahku menjadi orang yang terbuka. menjadi pribadi yang lebih hangat
Dia tidak tau selama aku bersamanya dia membuatku kembali dekat dengan teman2 ku dia mengajariku bahaimana menghargai seorang teman
Dia tidak tau selama aku bersamanya aku mulai menerima banyak hal yang dulu aku tidak menyukainya.
Dia tidak tau selama aku bersamanya aku menemukan semua titik lemahku, dan bagaimana aku berjuang mengatasinya, memperbaikinya.
Dia tidak tau, berkat dia aku mempunyai banyak ruang untuk teman2ku, aku punya banyak ruang
untuk anak anak curhat dan mengeluh, aku mulai bisa mendengarkan keluhan tanpa mengeluh. aku mulai membuka diri dan lebih kooperatif dengan rekan kerjaku.
dia menutup lubang yang aku pernah aku punya karena merasa ditinggalkan.
dia tidak tau, perhatianya yang dia bilang hanya iseng bisa merubahku kembali jadi orang yang peduli.
dan aku mulai hilang arah ketika rasa nyamanku menjadi obsesi, membuatku menjadi orang yang egois. tapi sekali lagi, tanpa dia tau dia meruntuhkan semua ke Akuanku
aku kehilangan dia karena kesalahanku. karena ketidak pedulianku.
tapi disana aku belajar banyak hal.
meski mungkin aku tidak bisa lagi memiliki perhatianya setidaknya dia pernah memberi invest yang hampir mustahil dilakukan oleh orang lain selama 3 tahun.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar