Sebuah pengajaran dan sebuah didikan
Saya bersyukur sebab Tuhan telah tangkap hidup saya,
dipulihkan dan dimuliakan-Nya...
Dia Tuhan yg tidak tinggal diam ketika kita datang dalam
doa, Dia Tuhan yg hidup, yang mengerti setiap isi hati kita, Tuhan yang memberi
pengharapan dan penggenapan
Seringkali Tuhan mendidik saya dengan cara-Nya, yg kadang
tidak dimengerti oleh logika manusia,
Saya begitu suka cita, ketika Dia datang dalam wujud-Nya dan
mengajari saya akan banyak hal. Ini adalah sebuah pengajaran dan ini adalah
sebuah didikan.
Malam itu, saya bersimpuh dalam doa, melantunkan setiap
harapan dan meletakkan segala perkara hidup saya, ada damai, ada kasih.
Dilihatkan-Nya pada saya bahwa orang yang tinggal percaya
ibarat manusia yang pergi dengan becak. Becak itu berjalan karena ada kaki yang
mengayuhnya, dan berbelok saat ada tangan yang membelokkannya. Yang menghindarkan
kita dari lubang dan gundukan di jalanan, supaya kita tetap aman dan sampai ke tujuan.
Dialah Tuhan yang mengayuh langkah hidup kita, supaya kita
tidak berjalan dengan kaki kita, membenarkan kemampuan dan kekuatan diri
sendiri, supaya kaki kita tidak terantuk kepada batu dan tidak terjerembab
dalam kubangan. tanganNya menuntun arah hidup kita, supaya kita mencapai
destiny yang sudah ditetapkan-Nya.

Lalu diperlihatkanya pada saya sebuah banjir besar yang
menenggelamkan sebagian besar daratan...
Disana ada 2 anak perempuan yang berdiri di pinggiran
banjir, dan seketika banjir itu menyambar keduanya dan menyeret mereka ke dalam
arus, keduanya berteriak minta tolong. satu
diantaranya, Anak perempuan yang lebih besar berusaha melawan arus dan
menggapai daratan tp dia semakin tenggelam, sementara yg kecil begitu pasrah sampai terseret air dan
hampir tenggelam, tetapi saya melihat tanganNya
menggapai yang hampir tenggelam dan mengangkatnya naik ke daratan.
orang yang merasa dirinya besar adalah mereka yang merasa memiliki kemampuan
dan kekuatan untuk menyelamatkan dirinya, membenarkan kekuatan sendiri. Tapi mereka
yang berserah adalah mereka menggantungkan harapan pada Tuhan, dan saat itulah
ada Tangan Mahakuasa yg memberikanya pertolongan .
Setiap badai, setiap kesukaran dalam hidup kita, bukankah
Dia Tuhan yg Maha memberi pertolongan?
Kemudian saya ada di sebuah tim.. yang masuk dalam permainan
labirin besar.
Dari setiap ruangan dalam labirin itu ada rintangan yang
harus dilewati dan setiap rintangan ada petunjuk bagaimana mengalahkannya.
Saya dengan tim saya mulai masuk dalam lorong panjang, dan
rintangan pertama adalah monster kecil yang menyerupai gumpalan debu dan abu
serta asap hitam. Petunjuknya adalah,
“kamu
butuh cinta dihatimu untuk bisa mengalahkanya”.
Monster itu berteriak dengan geraman dan mulai menghampiri
satu persatu dari kami, beberapa orang di tim saya mulai gusar dan mencoba
mengalahkanya, semakin mereka geram monster itu menjadi semakin besar dan
melahap mereka satu persatu. Dan ketika monster itu ada dihadapan saya, hal
pertama yg saya ingat adalah petunjukknya. “kamu butuh cinta” mulutnya menganga
siap menerkam, saya menenangkan hati
saya dan tersenyum, saat itulah monster dihadapan saya mengecil dan menghilang.
Monster itu menggambarkan amarah dalam diri kita, saat
amarah itu menguasai kita, dan kita semakin gusar maka semakin membesar pula
amarah itu, tapi saat kita menenangkan hati, memiliki cinta bagi sesama maka
cinta dan kasih itulah yang membuat kita mampu mengalahkan setiap amarah dalam
hidup kita.
ruangan berikutnya adalah jalan setapak, di depan kami ada
sebuah parit yang cukup dalam, tidak terlalu lebar, tapi cukup dalam menyerupai
jurang... dan kata kuncinya
“milikilah ketetapan hati, dan keyakinan yang kuat untuk
melangkah, kamu yang ragu akan jatuh”
jalanan setapak dengan tepian jurang... dan saat mendekati
parit itu beberapa orang dalam tim saya mulai terpelanting dan jatuh.... saya
mulai ketakutan, saat sampai di tepian parit ada angin kencang seperti badai,
saya mulai terhuyung tapi sekali lagi saya mengingat kata kuncinya, saya mulai
percaya bahwa saya bisa melewatinya, saya melangkah dan melompati parit, yup...
sampai keseberang.
Ketika seseorang menghadapi kemelut hidup, ibarat sedang
berjalan di jalanan kecil yang dikelilingi jurang, salah langkah saja pasti jatuh,
saat badai menerpa hidup kita seringkali kita menjadi tawar hati dan hilang
percaya, kita tak pernah mengerti bahwa dalam diri kita ada kekuatan besar, dan
kekuatan itu akan semakin kuat saat kita memiliki hati yang percaya.
Kemudian saya menutuni anak tangga yang panjang dan curam,
di depan saya ada sebuah dinding besar dan tinggi... petunjuknya adalah...
“lompati
atau terobos"
dalam hati saya tidak yakin bisa melompatinya karena itu sangat
tinggi, saya melihat beberapa orang di depan saya yang melompatinya berhasil ,
tapi sebagian besar dari dari mereka terpelanting jatuh, dan beberapa orang
yang menerobos hampir semuanya terpelanting jatuh setelah mengalami benturan
keras. saya mencoba menerobosnya. Dinding
itu tidak goyah sama sekali, padahal saya mengalami benturan yang cukup kuat. Saya
berhenti dan mulai berpikir bagaimana melewatinya, tanpa sadar saya menemukan
petunjuk lain di dinding itu. Ada tulisan
“ dua orang sebelum kamu sudah
berhasil menerobosnya, mereka memberikan jalan bagimu lewati jalan atu dan kamu
akan berhasil”
saya mulai melayangkan pandangan ke setiap sisi dinding... ya ada
sebuah lubang kecil disana, saya meyusup masuk dan saya melewati dinding besar
itu.

Seringkali dalam hidup orang terlalu fakus pada pandangan
pribadi karena merasa tahu, keyakinan diri yang luarbiasa, membuat kita membutakan
diri pada petunjuk berikutnya, mereka yang melompat dan melewatinya dg selamat
adalah mereka yang tinggal dalam kasih karunia Allah, dan itu tidak terjadi
pada kebanyakan orang, hanya sebagian kecil, tapi ada beberapa orang yang
memeliki kasih karunia yang mampu menerobos dan memberi jalan keselamatan pada
orang lainya, mereka adalah pemimpin yang maju untuk menerobos, sering kali
kita terlalu fakus dengan diri kita dan meresa tidak membutuhkan orang lain
dalam hidup kita, itulah kesombongan manusia, jalan itu bukanlah jalan yg bisa kita lewati dengan tegak berdiri, untuk melewatinya harus jongkok bahkan merangkak, itulah kerendahan hati. sejatinya kita membutuhkan orang
lain yang menggerakkan dan menguatkan kita di dalam Tuhan.
Setelah saya melewati tembok itu tibalah saya di pintu
keluar, sayangnya disana ada dua pintu... tidak ada petunjuk, saya memutuskan
untuk masuk ke pintu sebelah kanan, tapi sayangnya setelah saya menyusuri
lorong itu adalah jalan buntu, saya tidak bisa menembuskanya karena
ujungnya adalah dinding baja, kemudian saya berbalik, keluar dari pintu yang
kanan dan menuju pintu yang kiri dan saya berhasil keluar dari labirin itu.
Seringkali dari kita salah mengambil keputusan, yang tanpa
sadar membawa pada jalan buntu. Banyak dari kita sibuk mendobrak dan
menerobosnya, tapi tidak banyak orang yang mau berbalik kembali untuk
memperbaiki kesalahanya. Sehingga dia bisa keluar dari permasalahanya dan
menang.
Ya saya berhasil memenangkan rintanganya, kemudian datang
kereta yang membawa semua tim... termasuk tim saya. Saat saya menjumpai tim
saya, mereka memandang saya dengan dingin, seorang dari mereka berkata “ satu kemenanganmu tidak bisa menyelamatkan
kami semua”
Sebuah keberhasilan dan sebuah kemenagan tidak akan berarti
apa-apa jika itu tidak berdampak bagi orang lain, kemenangan sejati adalah ketika
kita memberi invest, memberi impartasi untuk orang-orang disekitar kita, maka
kemenangan itu bukan untuk diri sendiri, tapi kasih itu yang membuat kita
berkemenangan untuk banyak jiwa.
Inilah pengajaran dan inilah didikan J