Kadang kita merasa hidup banyak memberi ruang sesak. Tapi kenyataanya kita yg menyesakkan diri.
~pengalaman itu bukan seberapa lama kamu hidup tapi seberapa banyak kamu belajar dari hidup itu~
Kali ini hidup benar benar mendidik saya.
Seseorang berkata kepada saya. "Kamu boleh mengalami banyak hal. Kamu boleh melewati hari hari yg paling buruk. Tapi jgn pernah berhenti jadi orang baik."
Seringkali apa yg terjadi dalam hidup kita ini mudah menjadi patokan dalam hidup. Hal hal kecil yg menjadi batu sandungan kaki kita untuk melangkah.
Setiap orang pasti pernah mengalami hari hari terburuk dalam hidup mereka. Hari hari yg membuat seluruh dunia dalam hidupnya berubah.
Saya jadi enggan membantu orang karena pernah mengalami hal dimana kebaikan saya disalah gunakan
Saya jadi enggan menanyakan kabar teman teman lama saya karena saya enggan berbagi cerita hidup saya kepada mereka. Saya pernah merasa dihianiti oleh sahabat sendiri. Yg membuat saya lebih nyaman melakukan banyak hak sendiri saja.
Saya enggan untuk berteman karib. Enggan untuk dekat dengan seseorang dalam waktu yang lama karena merasa teman adalah orang yang paling berpotensial menjadi musuh, karena mereka tau terlalu banyak tentang kita
Saya enggan percaya pada orang orang yg begitu mempercayai saya. Karena ada satu orang saja yang menghianati kepercayaan saya.
Ini bahkan sama sekali tidak adil bagi orang orang yg ada disekitar saya. Yg nyata mengasihi saya dengan tulus.
Saya menumpuk sampah dihati saya, karena ada sedikit orang yg pernah memberikan pengalamn buruk dalam hidup saya. Dan membenci semua orang yang mengasihi saya.
Sadara saya pernah berkata. "Dari kecil satu satunya ambisiku cuma ngalahin kamu, kamu selalu baik dalam banyak hal. Dikelilingi oleh orang2 yang hebat. Tapi sayangnya ambisiku untuk ngalahin kamu sudah gak semenarik dulu. Sebab kamu sudah menjadi orang yang kalah. "
Saudara saya mengingatkan saya, semua bisa berubah, manusia waktu,tempat,perasaan,semuanya. Tapi jangan pernah berubah menjadi lebih buruk.
Hanya satu dua orang memberi pengalaman buruk, saya merasa seluruh dunia berubah.
Tapi dari sini saya belajar. Tuhan tidak pernah berubah. Dia masih Tuhan yang mendidik. Mengasihi dan menyayangi saya. Dia Tuhan yang mengajari bagaimana hidup berkenan. DihadapanNya dan dihadapan manusia. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar