Jumat, 13 Juli 2012

KEMANA DAN BAGAIMANA HARUS PERGI

Catatan Harian Tabita
pagi yg damai dalam kasih Tuhan
dimana Dia menyatakan diriNya dg segala kemulianNya

KEMANA DAN BAGAIMANA HARUS PERGI
~ jika anda mengamati susunan bahasanya .. mungkin itu tidak tepat, saya tidak ingin anda hanya melihat dari kesan pertama yg tampak tapi lihatlah apa yg ada di dalamnya hehe "D ~

hari hari ini saya mengalami keadaan yang membuat saya begitu lemah dan terluka.
setahun yg lalu saya [mungkin] dalam kondisi yg paling bahagia, 1 april, kekasih saya melamar saya. bagi banyak wanita ini adalah momen yg membahagiakan... tapi tahukah anda perasaan saya waktu itu..
saya tidak bahagia, saya tidak damai sejahtera... itu bukan sebuah syndrome ketakutan .... tp keadaan dimana saya merasa bersalah terhadap banyak orang yg ada di ruang tamu rumah saya.

jauh hari sebelumnya.. ketika saya melewati hari-hari saya bersama kekasih saya , betapa seringnya Tuhan berkata.. "bukan dia, bukan dia nak.." buat saya itu adalah kondisi yag membuat saya dalam kondisi tertekan. saya menemukan seseorang yang mengasihi saya dengan tulus, penuh pengertian dan seseorang yg berusaha memberikan kebahagian kecil untuk hidup saya.

dalam setiap doa, saya serahkan semuanya dalam Tangan Tuhan, apapun yg terjadi biar semua dalam rancangan Tuhan. saya hanya tidak tahu bagaimana caranya untuk mengatakan pada kekasih saya bahwa saya menginginkan hubungan kami berakhir.

yg terjadi berikutnya adalah ketika Tuhan menyeret saya untuk memulai pelayanan gereja, bukan berarti saya belum masuk pelayanan, saya sudah masuk pelayanan, hanya saja di departemen yg berbeda. untuk kali itu saya merasa Tuhan sudah pegang saya kuat2 dan siap menyeret saya kemanapun Dia mau. ya Tuhan berhasil membuat saya melangkah seperti yg dia mau.

saya datang ke persekutuan doa. saya akui, awalnya saya takut, walaupun saya sedikit mengenal tentang sistem kerja departemen ini, saya merasa tidak siap untuk bisa mengawalinya, karena saya tau dimana kemampuan saya.

ketika kami mulai berdoa dan menyembah Tuhan, betapa kagetnya saya sebab dengan jelas Tuhan berkata kepada saya "nak, jodohmu ada disini".. seketika itu saya langsung terdiam. membuka mata saya dan memutar pandangan saya ke semua wajah yg memenuhi ruangan tempat kami berdoa.
saya terdiam cukup lama sebelum akhirnya saya mulai ikut penyembahan lagi.

tidak hanya masuk dalam pelayanan saja, Tuhan membawa saya masuk lebih dalam dengan lingkungn baru saya.

hari itu saya seperti orang yg hilang akal. merasakan sakit  dan sesak yg luar biasa, dan setiap melihat kekasih saya, saya bertanya pada diri saya. bagaimana aku mengatakan itu padanya.

hampir 2 bulan saya bungkam, hari2 saya dipenuhi banyak pertanyaan, yg membuat saya terus melekat pada Tuhan sebab saya tidak tahu saya harus bagaimana. bahkan setiap hari saya harus berangkat ke tempat saya bekerja dengan mata yg sembab karena menangis semalaman. hati saya terus saja bertanya, yg mana Tuhan.

saya adalah manusia normal seperti kebanyakan orang. "tidak sabaran' dengan jawaban Tuhan.
penghujung juni tahun lalu, ya Tuhan menunjukkannya, dimana ketika semua orang berdoa dengan keras, Tuhan menghampiri saya dan menunjukkanya.
saya melihat sebuah ruangan besar, dengan langit2 yang indah... dan di ujung ruangan saya melihat seseorang berdiri membelakangi saya, saya hanya melihat punggungnya. saya mulai berjalan perlahan dan menoleh ke kanan dan ke kiri, dari ruangan yg sepi menjadi banyak orang, saya melihat seorang ibu yang menggandeng tangan saya memasuki ruangan itu, saya berjalan berlahan, hingga sampai di ujung ruangan, tepat di belakang pria yg  berdiri membelakangi saya. dia membalikkan tubuhnya dan saya melihat wajahnya dengan jelas, wajah yg saya kenal.

yg saya tau saat itu, hati saya merasakan sakit yg luar biasa, saya tersungkur, semuanya terasa berat, disisi lain saya bersukur, disisi lain saya tidak tahu harus berbuat apa. saya hanya berkata " kalau memang benar dia orangnya, beri peneguhan Tuhan, jgn biarkan aku salah orang lagi, karena aku tidak ingin berjalan diluar kehendakMu"
dan ketika masuk khotbah, Tuhan menyebutkan namanya, dengan jelas dia menunjukkan nama memalui ayat alkitab yg dibacakan oleh gembala sidang saya. dan sepanjang sisa kebaktian itu  say tidak bisa berhenti menangis.
hari berikutnya, ketika saya masuk ke sesion panggilan, gembala saya berkata " tugasmu adalah melupakan masa lalu, mempelai itu melupakan masa lalu"

yang terjadi berikutnya adalah setiap kali saya bertemu dengan pria pilihan Tuhan itu, entah mengapa rasanya ingin menangis.

dan ketika saya dalam sebuah perjalan pulang dari rumah kekasih saya Tuhan bicara dengan Tegas, "berhenti nak, waktumu sudah habis, berhentilah.." saya tahu Tuhan menginginkan saya untuk menyudahi hubungan saya dengan kekasih saya.

pertengahan agustus, ketika saya tidak punya kesanggupan lagi, saya ceritkan semuanya kepada kekasih saya, dan saya berkata padanya, untuk mengakhiri hubungan kami, saya bersyukur dia mau mengerti, walaupun pada awalnya dia protes, keadaan itu membuat dia membenci saya, karena september nanti kami akan mengadakan syukuran dengan keluarga besar.

saya lewati hari2 saya seperti orang yg hilang arah, sampai pada akhirnya saya menyerah, dan berkata "apa yg harus aku lakukan sekarang Tuhan... kenapa hatiku begitu menderita" dengan penuh kasih dia hanya menjawab " Tenanglah, dan duduk diamlah... sesab semuanya akan baik2 saja"

saya benar2 belajar mencintai dia, setiap bertemu dengan nya saya berkata dalam hati saya "aku mengasihi engkau.. dan sangt mengasihi engkau"
hahaha... anda mungkin tidak pernah tahu betapa menyebalkanya dia...
dan sejak hari itu setiap kali menutup mata, Tuhan memperlihatkan bagaimana perjalanan Hidup saya dengan dia, setiap tantangan, setiap hambatan Tuhan memperlihatkannya dengan jelas,
dan ketika saya mengalami kesesakan Dia selalu berkata "tunggulah, tunggu sebentar nak, biar aku pakai engkau untuk memdidik dia dan dia untuk mendidik engkau"

setahun berlalu dan seperti yang Tuhan pernah tunjukkan pada saya tentang kehidupan masa mudanya. bagaimana kehidupan dia... ajaib...

hari hari ini saya terlalu lelah, kakuatan yg saya himpun roboh, cinta yg saya tanam dan bertunas sering di injak, dan saya memilih menghindar untuk beberapa waktu...

saya memang menemukan kebahagiaan kecil dengan keadaan saya sekarang, saya menemukan teman yg mendukung saya, menyayangi saya, tapi suara Tuhan terus saja menginginkan saya kembali... dan saya tidak punya daya untuk kembali.

hmmmm :)

banyak orang yg tanpa dia sadari mendesak Tuhan untuk memberikan jawaban atas masalah dan pergumulan hidupnya... tapi tak jarang juga dari mereka yg tidak siap dengan jawaban dan tidak siap menghadapi tantangan...

bahkan sampai detik ini saya masih bertanya Tuhan kemana dan bagaimana aku harus pergi... ??

Tidak ada komentar:

Posting Komentar