SEPENGGAL PARODI JODOH :
Keputusan adalah pilihan, dan
pilihan adalah keputusan
Parody jodoh emang tiada duanya…
Dari yg aneh, lucu, menjengkelkan.. yg ga masuk akal
juga banyak.
Setelah saya melewati banyak hal, mendengar banyak
cerita dari banyak orang yg pernah singgah dalam hidup saya, dan belajar
mengenal hati Tuhan, belajar mendengar suaraNya dalah setiap langkah hidup saya…
hmmm AMAZING… betapa parody perjodohan kerap kali terjadi sebelum kita menemukan
pasangan hidup yang sejati…
Anda boleh tertawa membaca tulisan ini, atau anda akan
menertawakan diri anda dan berkata dalam hati “ya itu saya, saya orangnya” atau
bahkan anda akan berkata “ah… omong kosong” so… semua tergantung dari sudut
pandang anda… bagaimana anda memberikan respon.
Ketika beberapa teman bercerita tentang hubungannya dg
pasanganya, saya berpikir…
hmm bagaimana bisa Tuhan
menciptakan bentangan labirin perjodohan manusia sampai begitu rupa.
Seorang teman berkata pada saya, bahwa dia akan
menikahi pacarnya dalam waktu dekat ini, tapi dalam pertemuan kami berikutnya
dia sudah menggandeng pacar baru, saya bukanya sok kepo, dari pada saya
bertanya pada teman lain mending saya bertanya langsung ke yg bersangkutan [jgn
bilang… layangan kaliii sangkutan :D ] dia hanya menjawab, aku sudah bosan dg
dia yg terlalu banyak menuntut, buat apa aku pertahanin…
Seorang teman lain yang patah hati dengan pacar
pertamanya, karena sekalinya dia pacaran malah di selingkuhi “mungkin kalo aku
punya banyak pacar dan punya mantan pacar lebih banyak, aku akan tahu mana yg
benar2 mencintai aku”
Seorang teman lain memutuskan untuk membawa hubungan
mereka ke jenjang pernikahan. Dan mereka menikah, tetapi pada akhirnya mereka
memilih bercerai karena merasa tidak puas dg keberadaan pasangannya…
Seorang teman lain memutuskan tidak mau pacaran, sambil
tiap hari berdoa agar Tuhan mempertemukan langsung dg jodohnya, daripada pacaran
sana sini belum tentu jodohnya
Seorang teman lain, Karena saat pacaran tidak pernah menemukan
pasangan yg menurut dia sepadan untuk dijadikan suami [menurut pandanganya],
memilih untuk dijodohkan saja
Seorang teman lain sudah pacaran bertahun-tahun dan
hubungannya ditentang orang tuanya, ada yg nurut, ada yg kabur, ada yg nekat
menganiaya diri sendiri
Atau seorang teman lain yg tidak masalah pacaran dg yg
beda keyakinan, walaupun pada akhirnya mereka menyebut keyakinan itu sebagai
masalah.
Banyak hal, banyak kisah, banyak pilihan, yang membawa
anda dalam kondisi dimana anda dan saya harus mengambil keputusan
Keputusan itu adalah pilihan, dan pilihan itu adalah
keputusan *kata saya :D
Ketika kita bertemu dg orang2 disekitar kita banyak
dari kita yg mulai memilih, kira2 yg mana?? Yg layak, yang pantas, yg sepadan
untuk dijadikan pasangan hidup kita, dan keputusan itu diambil ketika kita
menjatuhkan pilihan.
Pilihan itu ada yg berhasil ada juga yg membawa anda
dan saya pada kegagalan.
Beberapa saat saya termenung, ketika seorang teman baik
saya meninggalkan saya dengan alasan “seragam kita beda” saya sangat menghargai
keputusanya, biarpun disisi lain saya sangat kehilangan dia sebagai sosok teman
untuk saling berbagi dan mengisi kehidupan.
Ketika itu saya memutuskan, bahwa apapun pilihan
hidupnya saya akan tetap mendukung dia karena bagi saya dia adalah teman yg
baik
Ketahuilah ketika anda memutuskan untuk memilih MANA
pasangan hidup anda, jgn lupa TUHAN jg sudah memilih dan memutuskan.
Disini anda dan saya kembali harus memilih dan
memutuskan. Apakah anda akan memutuskan sejalan dengan pilihan Tuhan atau
tidak.
Semua itu membuat saya tersadar akan arti sebuah
JAMINAN. Jika saya memutuskan untuk sejalan dengan pilihan TUHAN apapun yg
terjadi dalam hidup saya, saya percaya bahwa Tuhan akan menjamin, jika saya
ngotot memutuskan pilihan saya atas dasar logika manusia maka jika pilihan itu
tidak sejalan dg pilihan Tuhan siapa yg hendak menjalinya kelak.
So pilihlah keputusan yg tepat, dan ambillah keputusan dengan pilihan yg tepat J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar