Jumat, 22 Maret 2013

MENIKMATI BAGIAN DEMI BAGIAN HIDUP



Ya.. tidak banyak orang yang bisa menikmati setiap bagian hidupnya
jika anda bertanya apakah saya bisa, saya akan menjawab TIDAK

tapi inilah hidup ... banyak rasa banyak warna, tapi satu hal yang anda dan saya harus belajar, nikmati moment demi moment... many things happens for a reason

mungkin hari hari ini adalah salah satu hari yang tidak menyenangkan dalam hidup saya, meski tidak sepenuhnya, kenyataanya masih banyak kebahagiaan yg dapat saya rasakan di dalamnya

tapi ini yg Tuhan ajarkan kepada saya sepanjang pagi ini
when you are got confused, when you do not know where to go, when you're not sure what you are doing now, keep calm and praying....

satu hal yang tak banyak orang orang mau mengerti, bahwa segala hal dam hidup ini ada dalam kendali Tuhan bilaman kita sujud di hadapan-Nya dan berserah. Tuhan yang kita sembah bukanlah Tuhan yg memilih mana doa yg di dengar mana yg tidak, semua doa hinggap di hatiNya... meski jawan dari doa itu sering kali adalah TIDAK... JANGAN.. atau BERHENTI SEKARANG...
problematika hidup sering kali membuat kita larut dalam kekalutan pikiran pribadi, merasa menemui jalan buntu dan menyerah, bukan itu yang Tuhan harapkan dari diri kita sebahai hambanya...

jika Dia menjawab TIDAK, yakinlah ada yg lebih baik, bahkan jauh lebih baik yang dia sediakan bagi kita.
jika Dia menjawab JANGAN, bukan berarti Dia Tuhan yang tidak ingin melihat kita hidup bahagia, tapi Dia Tuhan yang mengerti apa efek jangka panjangnya jika kita melakukan sebuah kesalahan kecil. dan Dia Tuhan tau mana yg seharusnya engkau pilih. 
jika Dia berkata BERHENTI SEKARANG, bukan berati Dia Tuhan yang mengambil kebahagiaanmu, apa yg tampak indah dimata manusia, bukan sesuatu yg baik bagi manusia itu sendiri. 

Dia Tuhan yang mengetahui awal dan akhir, jadi nikmati saja setiap peristiwa yang singgah dalam hidup kita
intentionally or unintentionally .. learning is should

Rabu, 06 Maret 2013

SEBUAH PENGAJARAN DAN SEBUAH DIDIKAN


Sebuah pengajaran dan sebuah didikan

Saya bersyukur sebab Tuhan telah tangkap hidup saya, dipulihkan dan dimuliakan-Nya...
Dia Tuhan yg tidak tinggal diam ketika kita datang dalam doa, Dia Tuhan yg hidup, yang mengerti setiap isi hati kita, Tuhan yang memberi pengharapan dan penggenapan

Seringkali Tuhan mendidik saya dengan cara-Nya, yg kadang tidak dimengerti oleh logika manusia,
Saya begitu suka cita, ketika Dia datang dalam wujud-Nya dan mengajari saya akan banyak hal. Ini adalah sebuah pengajaran dan ini adalah sebuah didikan.
Malam itu, saya bersimpuh dalam doa, melantunkan setiap harapan dan meletakkan segala perkara hidup saya, ada damai, ada kasih.

Dilihatkan-Nya pada saya bahwa orang yang tinggal percaya ibarat manusia yang pergi dengan becak. Becak itu berjalan karena ada kaki yang mengayuhnya, dan berbelok saat ada tangan yang membelokkannya. Yang menghindarkan kita dari lubang dan gundukan di jalanan, supaya kita tetap aman dan sampai ke tujuan.
Dialah Tuhan yang mengayuh langkah hidup kita, supaya kita tidak berjalan dengan kaki kita, membenarkan kemampuan dan kekuatan diri sendiri, supaya kaki kita tidak terantuk kepada batu dan tidak terjerembab dalam kubangan. tanganNya menuntun arah hidup kita, supaya kita mencapai destiny yang sudah ditetapkan-Nya.

Lalu diperlihatkanya pada saya sebuah banjir besar yang menenggelamkan sebagian besar daratan...
Disana ada 2 anak perempuan yang berdiri di pinggiran banjir, dan seketika banjir itu menyambar keduanya dan menyeret mereka ke dalam arus, keduanya  berteriak minta tolong. satu diantaranya, Anak perempuan yang lebih besar berusaha melawan arus dan menggapai daratan tp dia semakin tenggelam, sementara yg kecil begitu pasrah sampai terseret air dan hampir tenggelam, tetapi  saya melihat tanganNya menggapai yang hampir tenggelam dan mengangkatnya naik ke daratan.

orang yang merasa dirinya besar adalah mereka yang merasa memiliki kemampuan dan kekuatan untuk menyelamatkan dirinya, membenarkan kekuatan sendiri. Tapi mereka yang berserah adalah mereka menggantungkan harapan pada Tuhan, dan saat itulah ada Tangan Mahakuasa yg memberikanya pertolongan .

Setiap badai, setiap kesukaran dalam hidup kita, bukankah Dia Tuhan yg Maha memberi pertolongan?

Kemudian saya ada di sebuah tim.. yang masuk dalam permainan labirin besar.
Dari setiap ruangan dalam labirin itu ada rintangan yang harus dilewati dan setiap rintangan ada petunjuk bagaimana mengalahkannya.

Saya dengan tim saya mulai masuk dalam lorong panjang, dan rintangan pertama adalah monster kecil yang menyerupai gumpalan debu dan abu serta asap hitam.  Petunjuknya adalah, 

“kamu butuh cinta dihatimu untuk bisa mengalahkanya”.

Monster itu berteriak dengan geraman dan mulai menghampiri satu persatu dari kami, beberapa orang di tim saya mulai gusar dan mencoba mengalahkanya, semakin mereka geram monster itu menjadi semakin besar dan melahap mereka satu persatu. Dan ketika monster itu ada dihadapan saya, hal pertama yg saya ingat adalah petunjukknya. “kamu butuh cinta” mulutnya menganga siap menerkam,  saya menenangkan hati saya dan tersenyum, saat itulah monster dihadapan saya mengecil dan menghilang.

Monster itu menggambarkan amarah dalam diri kita, saat amarah itu menguasai kita, dan kita semakin gusar maka semakin membesar pula amarah itu, tapi saat kita menenangkan hati, memiliki cinta bagi sesama maka cinta dan kasih itulah yang membuat kita mampu mengalahkan setiap amarah dalam hidup kita.

ruangan berikutnya adalah jalan setapak, di depan kami ada sebuah parit yang cukup dalam, tidak terlalu lebar, tapi cukup dalam menyerupai jurang... dan kata kuncinya

“milikilah ketetapan hati, dan keyakinan yang kuat untuk melangkah, kamu yang ragu akan jatuh”

jalanan setapak dengan tepian jurang... dan saat mendekati parit itu beberapa orang dalam tim saya mulai terpelanting dan jatuh.... saya mulai ketakutan, saat sampai di tepian parit ada angin kencang seperti badai, saya mulai terhuyung tapi sekali lagi saya mengingat kata kuncinya, saya mulai percaya bahwa saya bisa melewatinya, saya melangkah dan melompati parit, yup... sampai keseberang.

Ketika seseorang menghadapi kemelut hidup, ibarat sedang berjalan di jalanan kecil yang dikelilingi jurang, salah langkah saja pasti jatuh, saat badai menerpa hidup kita seringkali kita menjadi tawar hati dan hilang percaya, kita tak pernah mengerti bahwa dalam diri kita ada kekuatan besar, dan kekuatan itu akan semakin kuat saat kita memiliki hati yang percaya.

Kemudian saya menutuni anak tangga yang panjang dan curam, di depan saya ada sebuah dinding besar dan tinggi... petunjuknya adalah... 

“lompati atau terobos" 

dalam hati saya tidak yakin bisa melompatinya karena itu sangat tinggi, saya melihat beberapa orang di depan saya yang melompatinya berhasil , tapi sebagian besar dari dari mereka terpelanting jatuh, dan beberapa orang yang menerobos hampir semuanya terpelanting jatuh setelah mengalami benturan keras. saya mencoba menerobosnya. Dinding itu tidak goyah sama sekali, padahal saya mengalami benturan yang cukup kuat. Saya berhenti dan mulai berpikir bagaimana melewatinya, tanpa sadar saya menemukan petunjuk lain di dinding itu. Ada tulisan 
“ dua orang sebelum kamu sudah berhasil menerobosnya, mereka memberikan jalan bagimu lewati jalan atu dan kamu akan berhasil”
saya mulai melayangkan pandangan ke setiap sisi dinding... ya ada sebuah lubang kecil disana, saya meyusup masuk dan saya melewati dinding besar itu.

Seringkali dalam hidup orang terlalu fakus pada pandangan pribadi karena merasa tahu, keyakinan diri yang luarbiasa, membuat kita membutakan diri pada petunjuk berikutnya, mereka yang melompat dan melewatinya dg selamat adalah mereka yang tinggal dalam kasih karunia Allah, dan itu tidak terjadi pada kebanyakan orang, hanya sebagian kecil, tapi ada beberapa orang yang memeliki kasih karunia yang mampu menerobos dan memberi jalan keselamatan pada orang lainya, mereka adalah pemimpin yang maju untuk menerobos, sering kali kita terlalu fakus dengan diri kita dan meresa tidak membutuhkan orang lain dalam hidup kita, itulah kesombongan manusia, jalan itu bukanlah jalan yg bisa kita lewati dengan tegak berdiri, untuk melewatinya harus jongkok bahkan merangkak, itulah kerendahan hati. sejatinya kita membutuhkan orang lain yang menggerakkan dan menguatkan kita di dalam Tuhan.

Setelah saya melewati tembok itu tibalah saya di pintu keluar, sayangnya disana ada dua pintu... tidak ada petunjuk, saya memutuskan untuk masuk ke pintu sebelah kanan, tapi sayangnya setelah saya menyusuri lorong itu adalah jalan buntu, saya tidak bisa menembuskanya karena ujungnya adalah dinding baja, kemudian saya berbalik, keluar dari pintu yang kanan dan menuju pintu yang kiri dan saya berhasil keluar dari labirin itu.

Seringkali dari kita salah mengambil keputusan, yang tanpa sadar membawa pada jalan buntu. Banyak dari kita sibuk mendobrak dan menerobosnya, tapi tidak banyak orang yang mau berbalik kembali untuk memperbaiki kesalahanya. Sehingga dia bisa keluar dari permasalahanya dan menang.

Ya saya berhasil memenangkan rintanganya, kemudian datang kereta yang membawa semua tim... termasuk tim saya. Saat saya menjumpai tim saya, mereka memandang saya dengan dingin, seorang dari mereka berkata  “ satu kemenanganmu tidak bisa menyelamatkan kami semua”

Sebuah keberhasilan dan sebuah kemenagan tidak akan berarti apa-apa jika itu tidak berdampak bagi orang lain, kemenangan sejati adalah ketika kita memberi invest, memberi impartasi untuk orang-orang disekitar kita, maka kemenangan itu bukan untuk diri sendiri, tapi kasih itu yang membuat kita berkemenangan untuk banyak jiwa.

Inilah pengajaran dan inilah didikan J
  

Minggu, 24 Februari 2013

EFEK SAMPING



anda pasti bertanya... mengapa efek samping...

ketika hendak menulis tulisan ini, saya berpikir... apa judulnya...
sedikit merenung.. sampe akhirnya saya menemukan 2 kata yg kini tertera pada judulnya

pernahkah anda merasa sakit dan minum obat... coba anda cek pada kemasan obat, apa anda jumpai tulisan "efeksamping"?? beberapa obat memang mempunyai efek samping... hampir sebagian besar mungkin.

ini pengalaman indah saya hidup bersama Tuhan,
ini bukan penyakit bisul atau panu yang dioles salep beres...
sakit hati juga bukan, hanya jiwa saya merasa sakit... anda jangan berpikir bahwa saya sakit jiwa, kalau anda berpikir demikian anda juga sakit jiwa saya pikir, karena anda meluangkan waktu membaca tulisan orang sakit jiwa... ah bercanda...

jiwa saya merasa sakit, ada lubang besar di hati saya, banyak hal yang mebuat jiwa saya merasa tersakiti,
jika anda sakit kepala anda akan minum obat sakit kepala, jika anda sakit demam anda akan minum obat pereda demam.

itu yang saya lakukan ketika jiwa saya merasa tersakiti, mencari obat yang 'dirasa' tepat, tanpa resep dokter.

pagi ini... setelah 2 malam ini saya mencoba membersihkan jiwa pikiran dan hati saya, mengeluarkan kotoran yang menyumbatnya, Tuhan menjawabnya.... saya pikir haha

ya minggu pagi... saya minum obatnya... tapi apa yang Tuhan taruh dihati dan pikiran saya

"nak, setiap obat itu punya efek samping bukan??
semua orang tau obat itu membantu kamu untuk sembuh, tapi sebagian besar obat itu rasanya pahit

____gak percaya??? silakan emut bodrex.. hahhahaha :D ____

jika seseorang berusaha menyembuhkan sakit jantungnya dengan minum obat secara terus menerus, maka ginjalnya akan bermasalah bukan???
ya... obat itu membantu kamu sembuh, kamu menelannya dengan cepat sehingga kamu tidak sadar akan rasa pahitnya. dan jika kamu meminumnya terus menerus, kamu akan bertemu dengan efek sampingnya.

berbeda dengan madu,
mungkin madu yang murni itu berbau menyengat, rasanya agak masam, tapi di dalam madu itu ada kemanisan yang tahan lama, awet meski tidak di simpan di dalam pendingin,
jika kamu meminum madu mungkin akan membantu menyembuhkanmu secara perlahan,
bukankah madu itu juga membantu meningkatkan daya tahan tubuhmu dan menjaga kesehatanmu???

dan fakta medis memang berkata demikian.
apalagi jika obat itu tidak sesuai dengan resep dokter...

ketika jiwa anda sakit (jangan dibalik) siapa dokternya???
Tuhan!!

obat itu bisa saja manusia, uang, game, barang2 kesukaan atau apalah...
tapi madu itu adalah Firman-Nya...

kecap kemanisan itu... :)

Minggu, 17 Februari 2013

MENCARI JAWABAN YANG TERSEMBUNYI (Part 2)



Hidup...
hidup itu bergerak dengan banyak pengalaman baru saat kita memulai hari yg baru
hidup itu rangkaian harmoni sebuah perjalanan tentang diri kita
hidup itu sebuah perubahan.

ya... sebelumnya saya pernah menulis tentang MENCARI JAWABAN TERSEMBUNYI
dan hari ini saya sedang mencari jawaban yang lain lagi...
setiap hari hidup ini bergerak, dari sebuah perubahan keperubahan lain.


beberapa hari ini saya bermimpi tentang seseorang, saya tidak mengenalnya, hanya sekedar tau namanya.
bagi saya biasanya jika saya bermimpi dengan seseorang beberapa kali, atau beberapa hari berturut turut sedikit mencurigakan. saya berdoa... apa sebenarnya yang ingin disampaikan Tuhan... seperti sesuatu yang begitu mengganjal dihati dan pikiran saya.

sejauh saya bisa mengingatnya, saya ada di ruang keluarga rumah lama saya. kemudian saya melihat *dia sedang tiduran di ruang kelurga, saya mendapati diri saya sedang sibuk membersihkan ruangan, dan saya berkata padanya...
"pindah sana... jangan tiduran disini, mau tak beresin.." dan dia hanya menjawab... "nggak mau ah" jadi saya tetap membiarkanya disana dan membersihkan lemari kaca yg ada dirungan itu.
saya tidak kenal baik dengan orang ini, tepatnya tidak kenal secara pribadi. knapa tiba2 saja dia ada dimimpi saya beberapa hari ini.

dan setiap saya bertemu dengan dia saya berpikir... Tuhan... ada apa ya dengan orang ini?? aku curiga Tuhan.

hari ini bukan hari biasa bagi saya, banyak hal terjadi, dan disana Tuhan mengajari saya banyak hal.

dalam perjalanan pulang dari rumah teman saya, pertanyaan itu kembali muncul....
"Tuhan... tiap kali liat orang itu, atau gak sengaja papasan dengan nya kok ada yg aneh, tapi apa ya?? kalo kenal lumayan orang ini enggak??"

tiba-tiba saya teringat tentang ayin-bet (maaf kalo ejaanya salah :P)
'mata Tuhan tertuju pada rumahnya'
rumah adalah manusia... disana digambarkan rumah lama saya, saya berpikir tentang manusia lama saya.
lalu apa hubunganya dengan dia
disana saya sedang membersihkan ruangan, tapi karena dia menghalangi, jadi saya menyuruhnya pindah, meski dia tetap disitu dan tidak beranjak dari tempatnya.

ada sebuah penjelasan yang tiba-tiba mengalir dalam hati saya.
saya sadar. hari-hari ini saya dalam pergumulan dengan Tuhan, saya mulai belajar untuk berpaling dari manusia lama saya, yang sering kali tidak sejalan dengan apa yang Tuhan mau.
dan hari-hari ini saya belajar bagaimana untuk sederap selangkah dengan Tuhan tanpa menawar sedikitpun, berjalan bersama Dia tanpa banyak bertanya 'mengapa'
yang berkata YA TUHAN AKU MAU

tapi disana digambarkan bahwa dia seperti penghalang bagi saya untuk membersihkan rumah saya, dan saya tidak berhasil mengusirnya pergi, bahkan ketika saya menulis tulisan ini saya masih bertanya
'hubungan sama dia itu apa ya Tuhan???'
kenapa dia seperti penghalang, karena saya tidak pernah  berinteraksi langsung dengan dia...

dan saat ini saya hanya bisa berkata... biar kehendakMu yg jadi, sebab Engkau Tuhan yang mengetahui Awal dan Akhir, Tuhan yg melihat apa yg tersembunyi dari penglihatan dan pengertian manusia.

ya belajar taat... itu intinya :)




Minggu, 03 Februari 2013

THE TIMING OF GOD

yes... waktunya Tuhan...
kapan itu.... ??? ya cuma Tuhan yg tau :D

dalam hidup sering kali kita berencana menyusun jadwal, menargetkan waktu, tanpa kita sadari kadang kita melupakan bahwa Tuhan juga berencana, mengatur dan menjadwalkan kapan waktu yang tepat.



hari ini sedikit memberi saya pelajaran berharga, semua kejadian beruntun yang membuat saya menjadi manusia yang beruntung,

banyak hal yg saling berkaitan. tapi ini ajaib. dari firman yg saya dapat hari ini dan kejadian yang saya alami pada hari ini.

pagi tadi, seperti biasa saya bangun dini hari untuk berdoa, sekian lama berdoa tidak ada hadirat Tuhan yg muncul di ruangan saya seperti hari2 sebelumnya. saya bertanya
"Tuhan, mengapa Engkau begitu enggan hadir... "
pelan tetapi pasti, dan saya tau itu adalah jawaban dariNya
"jangan lakukan seperti biasa, mulailah sesuatu yang baru"

malam sebelumnya saya bersyukur untuk kebaktian yg luar biasa. mengenal sosok eleazar atau eliezer. ya Sang Penolong. saya memahami betul siapa sang penolong dalam diri saya, dalam hidup saya. Roh Allah yg ada dalam setiap hembusan nafas, dalam setiap detak jantung.

dan dalam sekejap Sang Penolong mengajari bagaimana saya harus memulai berdoa pagi ini. saya pikir ini bukan kebetulan.

ada beberapa hal yg harus saya lakukan sebelum saya mulai penyembahan. bagi saya ini adalah doa yg rada kesiangan. tapi apakah ini juga kesiangan untuk Tuhan.
tidak... kenyataanya ketika saya lakukan semuanya dalam ketepatan dan ketaatan, ada hadirat Tuhan yg luar biasa, lain dari pada sebelumnya, lebih kuat, ada passion yg berbeda.


waktunya Tuhan... bukan waktunya kita..

hari ini saya ingin sekali menemui salah seorang teman gereja, dan saya pikir saya ingin bicara dengan nya. saya berangkat agak pagi berharap bisa bertemu dia sebelum kebaktian mulai.
tapi begitu saya sampai di parkiran dia sudah masuk gereja dengan cepat.... saya bergumam... "ah coba aku satu menit lebih cepat pasti aku bisa mengajak dia bicara walau hanya sebentar. "

selesai kebaktian saya mulai sibuk mencari cari dia. ya saya menemukanya... ada si seberang sisi gedung yang cukup besar. keadaan tidak memungkinkan saya menjangkaunya dengan cepat.

ketika saya meninggalkan gereja saya melihat kendaraan dia diparkiran tidak jauh dari kendaraan saya, saya merencana menunggunya, tapi karena saya harus bergegas karena harus ke bengkel dan belanja beberapa kebutuhan akhirnya saya memutuskan untuk segera pergi.
dan sangat menyebalkan ketika di perempatan dan pas lampu merah menyala, dia lewat di depan saya dari arah yang lain dan saya kembali menggerutu,  "ah coba tadi aku bersabar satu menit lagi... "

tapi ... seketika saya ingat akan kata2 the timing of God... tentang firman pagi ini...
dan dalam benak saya eleazar kembali bekerja
"kamu tau, kamu bisa bergegas, atau kamu bisa bersabar, tapi jika Tuhan berkata ini bukan waktu yg tepat, alangkah lebih baik, jika itu kamu kerjakan di lain waktu"

ya KAIROS... mungkin lebih tepatnya begitu.
hidup dengan Tuhan itu adalah bukan bagaimana kamu mengatur semuanya dengan sempurna, tapi bagaimana kamu mengalir, berjalan sedetak dengan Tuhan.


waktu Tuhan itu sempurna, tepat, tidak lebih cepat satu menit dan tidak lebih lamban satu menit. ada kalanya kita harus bergegas, ada masanya kita harus bersabar. dan ada kalanya harus di lain waktu. atau SEKARANG.... :)



Selasa, 22 Januari 2013

PANDANGAN YG MEMBEBASKAN



~pandangan yg membebaskan~
ada kalanya kita sebagai manusia merasa terjepit terhimpit terjatuh, dimana keadaan seperti tak berpihak pada diri kita. banyak hal yg begitu rumit... begitu sempit... semua itu berawal dari sudut pandang kita menghadapi kehidupan.

taukah anda seringkali kekhawatiran kita yg berlebihan adalah sia sia. banyak hal hal yg kita pikirkan dengan sudut pandang yang rumit, tapi dengan tenang Tuhan menyelesaikanya dengan mudah.

http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8772709281298392485#editor/target=post;postID=7891757536041545359
beberapa minggu yang lalu saya dalam kondisi yang sangat buruk, mungkin jika Tuhan tidak pegang kuat hidup saya entah apa yang akan terjadi, stress... depresi... 
saya membiarkan diri saya tinggal di kamar saya sepanjang hari, dengan pikiran kalut yang membuat saya makin depresi.

sampai akhirnya saya memutuskan untuk mengambil perjalanan ke kota solo untuk menghabiskan akhir pekan saya. mengunjungi beberapa orang teman dan menikmati keramahanya.

ada banyak hal yang Tuhan buka dalam pandangan saya, yang merubah pemikiran saya.

awalnya saya berpikir bahwa.. saya kan baru 2 kali ke solo, tidak tau arah, tidak tau bagaimana suasananya, "nekat" itu lebih tepatnya... setelah merencanakan perjalan akhir pekan saya dan beberapa orang teman yang tinggal di sana akhirnya saya berangkat

sangat menjengkelkan ketika tiket travel tidak bisa di reservasi saat akhir pekan. jadi saya memutuskan membelinya saat akan berangkat saja.
saya berencana berangkat jam 2 siang, tapi kali ini sangat tidak beruntung tiket untuk jam 2 sudah habis, akhirnya saya ambil tiket untuk pemberangkatan jam 3 dan itu hanya tersisa satu kursi... 
dalam hati saya mengeluh
~ya Tuhan semoga sebelahku bukan orang gendut, bukan orang cerewet... dan blalalalalaala...

itu tandanya saya harus menunggu pemberangkatan sampai satu jam lebih, dan saya semakin kesal ketika beberapa armada terlambat datang karena terjebak macet. kalau yg jam 2 saja sampai pukul 14.50 belum juga datang apalagi jam 3... samapi solo bisa2 sudah malam 

amazing... ketika beberapa penumpang mulai menggerutu karena armada yg terlambat, 14.55 armada yg akan membawa saya ke solo sudah tiba... saya tersenyum... tapi sedikit khawatir .... sebelahku enggak gendut... enggak cerewet.... pliss Tuhan plis...

dan ketika saya masuk ke mobil.... kejutaaaan!!!! pria tampan ramah dengan senyum hangat .... dalam hati saya tertawa geli.... ah tau gini ngapain tadi khawatir... bener2 pekerjaan yg sia sia...

saya mulai memberi kabar kepada teman teman saya bahwa saya sudah jalan.... beberapa teman mulai menggoda saya yg membuat saya khawatir untuk beberapa kalinya....
saya berpikir, kalau sampai sana bener2 gak ada yg jemput, aku bakal langsung pesen tiket balik... 

tapi ketika saya sampai... kekhawatiran saya kembali sia-sia... saya tau teman2 saya adalah orang2 baik, konyol rasanya... yah penyambutan yg hangat ada di depan mata

2 hari di solo memberi kebahagiaan kecil yg luar biasa, biarpun saya tau... beberapa temen pasti repot gara2 saya hehehehe....

banyak hal yg Tuhan selesaikan dengan mudah di tengah kekhawatiran kita dan pikiran2 kita yg rumit, 
dalam perjalan pulang, saat saya terbangun dari tidur saya di mobil... di tepi jalan saya melihat tulisan di papan reklame... "jangan biarkan tanah di sekitarmu kering"

ada yang bergetar di hati saya... ini bukan sebuah kebetulan buat saya... saya berdoa, meminta ampun pada Tuhan, betapa saya menyia nyiakan banyak hal karena kekhawatiran... pikiran yang rumit....

hari hari dimana saya membiarkan diri saya terpuruk, memandang hidup dengan pikiran yang sempit, dan tidak lagi peduli dengan apa yg ada di sekitar saya... 

saya sangat perterima kasih pada keluarga nitta, saya ini memang benar2 merepotkan, ahahaha 
saya belajar dari mereka arti sebuah kasih, bagaimana mereka menerima saya selama di solo. belajar sebuah kasih keluarga yang mengayomi satu sama lain... itu menyenangkan..

saya sadar, seberapa pelik kehidupan kita, seberapa rumit masalah kita, Tuhan selalu punya solusi...
belajarlah untuk merubah pandangan kita untuk memandang kemana mata Tuhan memandang. selalu ada jalan, selalu ada cahaya yang menerangi setiap langkah kita, selalu ada tangan yg menuntun kemana kita harus pergi

great thankful to nitta, adey, and bobby....  I proud to be one of your friends

Sabtu, 29 Desember 2012

JANGAN PERNAH MEMINTA YG KW-1

JANGAN PERNAH MEMINTA YG KW-1   ~ anda bisa membeli tas KW-1 sepatu KW-1... karna anda berpikir KW-1 tidak jauh beda dg yg orisinil... yg terbaik.... pernahkah anda berfikir meminta sesuatu yg KW-1 pada Tuhan??

ya.... jangan pernah meminta yg KW-1

kalimat ini yg membuat saya berurusan dg Tuhan sepanjang sore ini...
Tuhan membuat saya tertawa sendiri.. bagaimana bisa Tuhan mengibaratkan ini sebagai permintaan akan sesuatu yg KW-1??

manusia sering bahkan selalu berdoa meminta yg terbaik dari Tuhan, dalam hal apapun... tp ketika yg terbaik diberikan sering kali manusia merasa tidak puas karena apa yg terbaik yg dari Tuhan tidak membuatnya merasa lebih baik...

manusia kadang lupa bahwa yg terbaik di dapatkan dengan cara yg tidak mudah, selalu ada pengorbanan.

25 Desember malam.. Tuhan mendatangi saya secara pribadi... duduk disebelah saya yg tengah asik ngobrol dg seorang teman lama di sosial media. tp hadiratNya begitu kuat... membuat saya begitu terharu... saya tau.. dan saya sangat mengerti, jika Dia datang secara pribadi, pasti ada pesan illahi yg harus saya mengerti...

saya hanya bisa menangis dalam sebuah pelukan Roh yg begitu hangat, begitu damai,dengan lembut Dia berkata ~ semuanya sudah selesai... sudah selesai... sudah selesai~

dalam hati saya bertanya-tanya ~ apa yg sudah selesai Tuhan....
~ Nak... pergumulanmu sepanjang tahun ini sudah AKU selesaikan, jadilah tenang... ~
ada damai yg begitu luar biasa... ada rasa syukur yg begitu besar

kadang kadang apa yg tampak oleh mata adalah sesuatu yg menumbangkan iman,
Tuhan mau kita terima yg terbaik, tp kenyataan sering membuat kita begitu putus asa

sampai-sampai saya berkata dalam hati ~Tuhan.. aku mau yg terbaik dariMu, tp kalau begini caranya berikan aku yg No.2 saja... aku rasa yg nomer 2 lebih manusiawi"

tapi dengan penuh kasih Dia menjawab...
~ nak... yg Terbaik itu selalu di nomor satukan, bukan nomor 2 atau 3... seberat apapun, sesulit apapun jangan pernah engkau meminta daripadaKU sesuatu yg KW-1~

bukankah Tuhan begitu mengasihi kita??


2 Korintus 5 ayat 7
-- sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat--