Minggu, 22 April 2012

WANTED Mr. Right

WANTED Mr. Right

yup!!!  ini judul buku yg dihadiahkan salah seorang sahabat saya ketika saya mengelami "petangisan yg LUAR BIASA akibat seorang lelaki" tp klo sy ingat sekarang dan menatap bayangan sy di cermin sy bisa berkata pada diri sy sendiri ___untung Tuhan tidak menjodohkan sy dg laki2 itu :p

klo dipikir2 betapa bodohnya saya waktu itu. berharap pda seseorang yang sekalipun tidak pernah menghargai keberadaan sy.
jadi sekarang sy suka [sok] menggurui__ klo mengadapi teman sy yg [kebetulan] sedang mengalami masalah sejenis

saya inget banget perkatan sahabat sy, ketika sy menelepon dia sambil menangis. dia berkata
__"cinta itu damai sejahtera, tidak menyakiti dan tidak juga membuatmu menangis"

kebanyakan orang jika mendapat nasehat dari kerabat ato sahabatnya akan berkata "ngomong doang sih gampang, km nggak tau sih kaya apa rasanya"
tapi percayalah, kadang "ngomong doang" juga sulit. 

kasus ini saya temui ketika sy kuliah semester 2. sy tahu betul ada seorang cowok ganteng __hehe :P__  yg kebetulan di tinggal di rumah kontrakan dekat rumah kos saya.
sy tau klo dia naksir, apesnya 3 teman satu rumahnya juga naksir sy, __sy hanya bercerita, bukan pamer penggemar :D
apa yg terjadi?? sampai dia lulus kuliah kata2 cinta yg seharusnya keluar dari mulutnya tidak pernah dikatakannya
anda pasti bertanya ....klo dia enggak bilang, sy tau dari mana?
sebenernya secara tidak langsung dia menyatakan perasaanya tapi dengan cara dan bahasa yang berbeda, 
ketika sy mengetahui alasan knapa dia tidak mengungkapnya seperti yg dilakukan orang lain, sy berusaha menghormati keputusanya

atau keadaan ketika saya harus rela melepaskan seseorang yg sangat saya sayangi lantaran orang tua saya tidak setuju kalo sy menjalin hubungan dengan dia, sy butuh waktu berbulan2 untuk "say GOOD BYE'' dg dia
sy belajar bahwa seseorang yg sangat kita cintai bisa saja TIDAK ditakdirkan untuk menjadi pendamping hidup kita.

beberapa waktu yg lalu salah seorang teman sy mengalami patah hati lantaran harus putus dengan lelaki yg sudah bersamanya selama 7 tahun, dia menyalahkan keadaan yg tak berpihak padanya
tetapi seiring berjalanya waktu dia mengebah dirinya dari gadis sederhana menjadi gadis glamour. setiap orang mempunyai hak penuh untuk membuat dirinya berubah, hanya saja kita juga harus mengerti untuk alasan apa kita berubah

sy tau dia mulai bergaul dg banyak orang, mencari beberapa pria yg kira2 pantas untuk dirinya. 

ketika itu sy ingat akan diri sy sendiri yg juga melakukan hal serupa ketika sy putus dengan tunangan sy--ciyyehhh

waktu itu dengan _blo'onya sy mulai menyeleksi beberapa pria, anehnya hal yg demikian hanya membuat saya pusing dan males untuk memulai hubungan baru.

dan ketika itulah sy mulai menyerah dengan keadaan dan membawa diri saya untuk 'nyembah' Tuhan dg segenap hati. mendengar setiap kerinduanNya dan memberikan diri saya untuk menerima didikan. sy belajar ketika saya mulai ---jelalatan--- mencari pria yg sy [anggap]'pantas' untuk diri sya, ketika itu sy tdk pernah sdar bahwa sebenarnya ___jodoh itu kan udah disiapin Tuhan, jika memang sudah saatnya ya pasti bakalan dikasih ya nggak...

kasus lain adalah kasus sodara perempuan sya yg usianya sudah berkepala 3, dimana ibunya hampir setiap hari meneriakinya ''jangan kebanyakan milih lelaki'', 
sy ingat dimana dia kabur meninggalkan rumah ketika 2 adiknya menikah duluan lantaran kelamaan nungguin dia. tapi yang terjadi berikutnya betapa jodoh itu bukan MASALAH SULIT bagi TUHAN. 
kira2 tahun kmudian sepupu sy mendapati 'telpon nyasar dari seorang laki2. berawal dri tukar foto via HP, ketemuan dan dalam waktu 3 bulan saja mereka sudah menjadi suami istri.

mungkin bagi sepupu saya butuh waktu 30 tahun untuk menemukan pasangan hidupnya, tapi bagi TUHAN hanya butuh 3 bulan untuk menyatukan mereka.


___anda boleh memprotes sy sekarang, karena kenyataanya sy gadis lajang dan sungguh belum menikah. 
ttp setiap kali sy menghadapi problematika percintaan yg aneh dan rumit disitulah saya belajar. :)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar